Aliansi Indonesia Damai- Jika ada yang beranggapan terorisme itu konspirasi dan rekayasa pemerintah, maka pernyataan tersebut tidak benar. Terorisme benar nyata adanya.
Demikian dinyatakan Mulyono, penyintas korban bom Kuningan 2004 dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, di Kota Medan pertengahan Agustus lalu.
“Saya meyakini terorisme itu ada. Kalau ada orang bilang terorisme itu pemerintah yang bikin. Tidak. Terorisme itu benar ada dan saya sudah bertemu mantan-mantan pelaku terorisme,” tutur Mulyono.
Baca juga: Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan
Mulyono menyatakan terorisme adalah suatu niat yang salah dengan cara yang salah. Menurut dia, aksi pengeboman efeknya tidak bisa dipastikan ke arah tertentu saja tapi bisa menyasar kemana-mana yang menimbulkan korban.
“Korban bom terorisme itu banyak tapi sudah dilupakan. Kita bangsa pelupa. Kita sudah lupa peristiwa terorismenya apalagi sama korbannya. Padahal korban hingga sekarang masih merasakan sakit,” tandasnya.
Ia berpesan kepada masyarakat agar tidak membalas kekerasan dengan kekerasan. Ia pun mengajak masyarakat untuk mengedepankan sikap cinta damai. “Mari kita cinta damai,” cetusnya. [AS]
