Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah (berjuang atau mengerahkan segala kemampuan secara bersungguh-sungguh di jalan Allah Swt), tetapi bukan dengan terorisme. Berjihad fisabilillah dilakukan dengan menjalankan perintah Allah Swt.
Demikian dinyatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak dalam pembukaan Halaqah Alim Ulama bertajuk “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (12/08/2026). Halaqah diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan Bidang Informasi, Komunikasi, dan Digitalisasi (Infokomdigi) MUI Sumatera Utara.
Baca juga: Umat Islam Diajak Memperkuat Persaudaraan
Ia mengungkapkan di wilayahnya beberapa tahun silam pernah terjadi aksi terorisme seperti bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan (13 November 2019), bom bunuh diri di Sibolga (12 Maret 2019), dan penemuan paket mirip bom atau teror ancaman di Hotel JW Marriott Medan, (3 Mei 2011).
“Sekarang ini persolannya bukan hanya menghadapi terorisme yang sudah terjadi, tetapi hati-hati akan muncul ketidakdamaian dari orang-orang yang tidak seagama dengan kita. Orang Yahudi dan Nasrani sekarang mengarahkan matanya ke Indonesia melalui orang-orang yang beragama Islam,” tutur Maratua.
Maratua mengatakan lembaganya sebagai payung umat Islam dan tenda besar umat Islam yang menginginkan kedamaian, kerukunan dan ketertiban. Ia mengingatkan alim ulama/tokoh agama Islam bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan syariat Islam. [AS]
