Bapak Solahudin…
Oleh Nanda Olivia Daniel, Penyintas Bom Kuningan 09 September 2004
Dari pertama kali ketemu beliau di acara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) bersama AIDA, tidak tahu kenapa, saya ngefans sama bapak yang satu ini. Gayanya yang santai banget, dengan setelan celana training, sepatu keds, tas ransel dan gelang tibetnya yang susah banget saya palakin. Bicaranya yang blak-blakan, suaranya yang membahana, yang sering kali bikin ngantuk saya mendadak hilang.
Masih teringat waktu kegiatan Lapas dan menginap di salah satu hotel, bapak ngoceh-ngoceh soal kamarnya. Beliau bilang “Lida, ini hotel apaan siy? Masa malam-malam saya ditawarin selimut?” Kita yang mendengar ngakak! Ah, si Lida memang kebangetan!
Bapak yang kalau reimburse transport ke Lida hanya Rp 3500 perak! Karena kereta sepertinya adalah andalan beliau. Tidak banyak cincong, tidak banyak menuntut, tidak mentang-mentang, padahal dengan status beliau, bisa saja beliau mencari kenyamanan, tapi beliau tidak. Salut banget dengan kesederhanaan beliau!
Bapak yang mau dicurhatin apa saja. Bapak yang bilang “ikut bangga!” waktu saya cerita Lala satu almamater dengan beliau. Diiringin banyak petatah-petitih soal TPB Institut Teknologi Bandung (ITB). Hatur nuhun, pak!
Bapak yang bilang saya gila berani senekat ini dan support saya 1000 persen without judging. Menyilahkan handphonenya terbuka 27 jam kalau ada apa-apa sama saya. Dan memberikan masukan gila diluar nurul saya. Bapak utang cerita saya soal bagaimana lulusan matematika ITB bisa belok ngurusin terorisme. Padahal saya mau traktir bapak loh kalau pulang nanti. I love you a lot, pak.
Pak… kami semua sangat kehilangan bapak. Kegiatan Lapas tidak akan sama lagi tanpa ada bapak. Saya, juga teman-teman AIDA, masing-masing kami punya kenangan baik dan tak terlupakan dengan bapak. Bapak sudah seperti orangtua, abang, sahabat, guru terbaik yang pernah kami kenal. Doa kami semoga Allah menerima semua amal baik bapak, dilapangkan kuburnya dan diberikan tempat terbaik disisi-Nya. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan. Kami semua sayang bapak dan akan sangat merindukan bapak!







