Korban Berharap Tak Ada Lagi Aksi Terorisme
Aliansi Indonesia Damai- Korban bom Surabaya, Wenny Angelina mengharapkan di Indonesia tidak ada lagi bom terorisme. Ia pun berharap di negeri ini tercipta hidup yang damai. Menurut dia, dengan adanya cinta kasih maka masyarakat bisa hidup damai semua.
Harapan tersebut disampaikan Wenny saat menceritakan kisahnya dalam Pelatihan Penguatan Perspektif Korban bagi Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) di Surabaya, Rabu (19/11/2025).
Wenny adalah seorang korban bom langsung yang juga kehilangan dua buah hatinya akibat peristiwa bom bunuh diri di sebuah gereja di Surabaya pada 18 Mei 2018. Meski nyawa dua buah hatinya terenggut namun ia tak memiliki rasa dendam terhadap pelaku aksi terorisme.
Baca juga Suluh Perdamaian di Kota Pahlawan
“Saya tidak mendendam pada pelaku. Tiga hari setelah kejadian, saya sudah memaafkannya. Saya sudah mengikhlaskan semuanya,” tutur Wenny.
Meski tak mendendam namun hatinya tetap terluka. Menurut dia, luka hati tersebut tidak mudah disembuhkan. Bahkan, hingga saat ini dirinya masih memiliki rasa trauma akibat peristiwa pengeboman.
Wenny menegaskan dirinya tidak menuduh dan mensalahkan agama mana pun. Menurutnya, terorisme tidak memiliki agama. Ia pun mengharapkan petugas pembimbing kemasyarakatan untuk mampu menyadarkan narapidana kasus terorisme atas perbuatannya. [AS]












