Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (16/09/2026).
“Ulama dan tokoh agama harus hadir sebagai penyejuk di ruang digital. Kita memiliki tanggung jawab besar untuk membina Gen Z agar mereka tidak tersesat dalam arus pemikiran ekstrem. Kita harus melatih dan merangkul generasi muda untuk menjadi dai-dai digital baru yang berdakwah dengan empati, hikmah, dan merangkul, bukan justru memukul atau menghakimi,” ujar Kiai Cholil.
Melalui bimbingan para ulama, menurut dia, jihad digital diarahkan untuk memproduksi konten kreatif yang singkat namun kuat dalam menyuarakan nilai-nilai Islam Wasathiyah. Ia menegaskan Islam Wasathiyah berada di antara ifrath (berlebih-lebihan hingga mengada-adaan yang baru) dan tafrith (mengurangi ajaran agama), sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 143.
Baca juga: Jihad Modern Menjaga Kedamaian
Menurut dia Gen Z perlu didorong untuk aktif menjaga pilar-pilar bangsa melalui gadget mereka. Konten-konten mereka harus mampu menyuarakan persatuan (ittihad), musyawarah (al-syura), keadilan (al-‘adalah), kebebasan yang bertanggung jawab, kepastian hukum, hingga Hak Asasi Menusia (HAM).
“Jihad digital yang terarah dari Gen Z dibawah bimbingan para ulama diharapkan menjadi benteng kokoh dalam meredam konflik akibat perbedaan pemahaman keagamaan. Dengan begitu, ruang digital Indonesia dapat menjadi sarana penyebaran perdamaian dan mewujudkan Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin,” pungkas Kiai Cholil. [LA]
