Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kuningan, Josuwa Ramos mengaku sempat marah dan dendam terhadap pelaku terorisme. Akibat bom yang meledak di depan tempat kerjanya Kedutaan Besar Australia, ia mengalami luka-luka dan kehilangan beberapa rekan kerjanya. Hingga sekarang ia masih melakukan perawatan medis dan minum obat secara rutin.
“Setelah kejadian saya sempat emosi dan marah. Saya sempat benci melihat orang yang berpakaian gamis. Bahkan, saya sempat berpikir untuk balas dendam,” tutur Josuwa dalam Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Medan, Sumatera Utara, pertengahan September lalu.
Baca juga: Meneladani Pemaafan Nabi
Beruntung, ada salah seorang ustaz di dekat rumahnya yang membimbing dirinya dan menceritakan kisah Nabi Muhammad Saw yang pernah dibenci dan dicaci maki tetapi Nabi Saw memaafkan orang-orang yang membencinya. Belajar dari kisah Nabi Muhammad Saw tersebut, Josuwa memutuskan untuk memaafkan pelaku terorisme.
“Saya tanamkan pada diri saya, sosok mulia saja bisa memaafkan. Saya manusia biasa kenapa saya tidak bisa memaafkan,” ujar dia.
Josuwa menceritakan saat dipertemukan dengan mantan pelaku terorisme yang difasilitasi AIDA, ia sudah memaafkannya. “Saya sampikan ke para mantan pelaku bahwa sebelum minta maaf, saya sudah memaafkan kalian. Musibah ini sudah takdir saya,” cetusnya. [AS]
