Aliansi Indonesia Damai- Derita para korban bom terorisme tak hanya mengalami luka fisik menahun dan cacat seumur hidupnya tetapi juga menderita trauma psikologis. Gangguan mental yang dirasakan para korban pun tak sebentar tapi berlangsung bertahun-tahun.
Itulah yang dialami penyintas bom Kedutaan Besar Australia Jakarta, 09 September 2004, Nanda Olivia Daniel. Nanda mengalami cacat permanen telapak tangannya dan gendang telinganya robek akibat terdampak bom berdaya ledak tinggi. Nanda pun pernah menderita trauma psikologis.
Nanda mengungkapkan dirinya mampu mengurangi trauma psikologis diantaranya dengan sering berbagi cerita kepada sesama korban maupun orang-orang di sekitarnya. Menurut dia, ketika sering bercerita tentang apa yang dialami maka akan mengurangi trauma.
Baca juga: Pikirkan Dampaknya Sebelum Amaliyat
“Trauma bisa berkurang jika kita mau menceritakan apa yang kita alami. Ceritanya itu tak hanya sekali tapi harus berkali-kali,” ujar Nanda saat menjadi narasumber kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMKN 4 Balikpapan, Kalimantan Timur yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Februari 2023 silam.
Berdasarkan pengalaman pribadinya, ia berkali-kali menceritakan kisahnya untuk mengurangi beban yang dialami selama ini. [AS]
