Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kedutaan Besar Australia Jakarta, 09 September 2004, Nanda Olivia Daniel berpesan kepada anggota jaringan terorisme untuk memikirkan terlebih dahulu dampak yang akan ditimbulkan dari aksi pengeboman (amaliyat). Dampak aksi pengeboman tak hanya merusak sarana, tetapi juga melukai bahkan menewaskan orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Pesan saya kepada para teroris, sebelum ikut atau melakukan aksi terorisme tolong dipikirkan lagi, dampaknya bukan hanya pada satu atau dua orang yang terluka, tapi akan melukai banyak orang,” tutur Nanda saat menjadi narasumber kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN 5 Balikpapan, Kalimantan Timur yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Februari 2023 silam.
Nanda menegaskan ketika ada aksi pengeboman tak pernah ada yang tahu siapa yang menjadi korbannya. Menurut dia, yang menjadi korban bisa anak, istri dan suaminya seseorang. “Jadi tolong itu dipikirkan semua,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima rekannya, teroris juga dianggap sebagai korban pendidikan dan ajaran yang salah. Namun menurut Nanda, para teroris memiliki pilihan untuk melakukan aksinya atau tidak. [AS]
