Home Pilihan Redaksi Mungil-mungil Tangguh
Pilihan Redaksi - Suara Korban - 6 hours ago

Mungil-mungil Tangguh

Oleh Susi Afitriyani

 

Mungil-mungil tangguh,

Kau begitu kuat saat cobaan harus menghantam hidupmu,

Kau yang masih begitu mungil, tapi kau mengajariku cara untuk tetap semangat dan tersenyum,

Meski tubuhmu terlihat lemah akan tetapi jiwamu begitu tangguh,

Haii,,, kau si mungil tangguh yang kelak akan menjadi penggantiku,

Aku percaya jiwamu lebih kuat dari diriku,

Dan kini kau tumbuh begitu cepat menjadi anak mungil yang begitu aktif dan ceria,

Mungilku, terima kasih sudah menjadi malaikat kecil dalam kehidupan ibumu,

ibu yang penuh dengan ketidaksempurnaan untukmu,

namun kau begitu sempurna untuk ibu.

 

Susi Afitriyani menjadi korban serangan teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada 24 Mei 2017. Dampak dari musibah tersebut, perempuan yang akrab disapa Pipit itu mengalami luka serius di bagian bahu. Operasi medis, terapi, dan perawatan jalan telah diupayakan. Akan tetapi, cedera di bahu dia rasakan menahun. Hingga kini, Pipit mendapati lengan kanannya tidak bisa difungsikan normal. Sekadar tidur dengan posisi miring ke kanan pun tak bisa dilakukannya. Menikah dua tahun lalu, pada Januari 2022 dia dikaruniai seorang anak. Bahagia bukan kepalang perempuan 26 tahun itu. Namun satu hal ia sayangkan, pundaknya tak sanggup digunakan untuk menggendong si buah hati. Ia sangat mendamba untuk bisa menggendong belahan jiwanya, namun luka akibat bom membatasi. Pipit menulis karangan di atas sebagai ungkapan kasihnya kepada putrinya tercinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *