Aliansi Indonesia Damai- Dampak bom terorisme tak hanya dirasakan Ni Luh Erniati semata yang kehilangan suami sekaligus tulang punggung keluarganya. Sejak suaminya I Gede Badrawan, meninggal dunia terkena ledakan bom terorisme di Sari Club Legian Kuta, 12 Oktober 2002 silam, ia terpaksa menjadi ibu sekaligus ayah untuk kedua buah hatinya.
Menurut Erniati, dua buah hatinya ikut merasakan dampak kehilangan sosok ayahnya. “Setelah kejadian dampak terhadap anak-anak, anak pertama saya menjadi semakin pendiam. Dia jadi sangat diam,” tutur Erniati dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN 8 Balikpapan, Kalimantan Timur yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Februari 2023 silam.
Baca juga: Menjaga Anak agar Tidak Mendendam
Erniati pernah mengajak anak sulungnya mendatangi psikiater untuk melakukan konseling bersama dirinya untuk mengetahui apa yang dialami buah hatinya. Hasil konselingnya menyatakan bahwa anak sulung Erniati menyimpan kesedihannya.
“Anak saya menyimpan sedihnya karena dia tak mau ketika dia bersedih dilihat mamahnya lalu mamahnya akan semkain sedih. Jadi dia diam,” ujar dia.
Ia mengungkapkan dampak yang dirasakan anak sulungnya tak hanya itu. Sebelum kejadian kehilangan ayahnya, anak sulungnya menjadi bintang kelas di sekolahnya tapi setelah kejadian ia tidak lagi menjadi bintang kelas. [AS]
