Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo mengingatkan petugas pemasyarakatan terhadap tantangan arus informasi di era digital. Menurut dia, saat ini masyarakat berada dalam pusaran interaksi global dimana gelombang informasi melimpah ruah hanya dalam genggaman tangan.
Imam mengatakan dampak dari banjir informasi global sangat nyata terhadap potensi ekstremisme. Ia mencontohkan bagaimana konflik geopolitik di belahan dunia lain bisa memicu aksi teror di dalam negeri akibat paparan informasi yang tidak disaring.
Baca juga: Pentingnya Peran Multitasking dan Seni Berinteraksi
“Ada orang marah kepada Amerika karena kebijakannya dianggap semena-mena. Karena tidak mungkin mengebom Gedung Putih, mereka akhirnya mengebom gedung-gedung yang dianggap berkaitan dengan Barat di sini. Kita bisa ikut ketularan,” tutur Imam saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme bagi Petugas Pemasyarakatan yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Yogyakarta, Agustus lalu.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para petugas pemasyarakatan mampu menerapkan pendekatan humanis, sehingga proses pembinaan dan reintegrasi sosial para warga binaan pemasyarakatan kasus terorisme dapat berjalan dengan lebih terencana, menyentuh hati, dan berdampak jangka panjang demi perdamaian di Indonesia. (LA)
