HomeBeritaSeluruh Ideologi Dapat Melahirkan...

Seluruh Ideologi Dapat Melahirkan Terorisme

Sejak dasawarsa 1990-an, gelombang terorisme yang paling dominan memang terkait dengan agama, seperti Al-Qaeda dan ISIS di Timur Tengah, kelompok Kristen Protestan Army of God yang menyerang klinik-klinik aborsi di Amerika Serikat, dan Aum Shinrikyo di Jepang.

Namun belakangan muncul gelombang terorisme yang tak kalah mengerikan dilakukan oleh kelompok kanan ekstrem seperti Neo-Nazi. Serangan teror oleh kelompok kanan telah meningkat 320 persen, salah satunya adalah penembakan di New Zealand pada tahun 2019.

Baca juga Mencermati Pemantik Terorisme

“Hal ini menunjukkan bahwa hampir semua ideologi dapat melahirkan gerakan terorisme, baik dari kelompok kiri, kanan, maupun agama,” ujar Solahudin, ahli jaringan terorisme, saat berbicara di hadapan 37 orang peserta Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar AIDA di Mataram NTB beberapa waktu silam.

Menurut penulis buku dari NII ke JI: Salafi Jihadisme di Indonesia itu, gelombang terorisme pertama dimulai dengan menyerang negara karena dianggap merepresi kebebasan manusia. Gelombang kedua adalah antikolonialisme, di mana teror dilakukan untuk melawan kolonialisasi dan mengakibatkan kerugian ekonomi bagi negara kolonialis.

“Contohnya yang pernah terkenal adalah Kelompok NFL di Al-Jazair. Mereka menyasar komunitas Prancis dan perusahaan-perusahaan Prancis. Pemerintah Prancis memberikan respons keras dengan menangkap dan membunuh pimpinan kelompok tersebut. Setelah itu, Prancis memutuskan untuk memerdekakan Al-Jazair karena menjajahnya dianggap tidak menguntungkan,” kata Solahudin panjang lebar.  

Baca juga Peran Orang Tua Menjaga Perdamaian

Gelombang terorisme yang ketiga, dalam pengamatan Solahudin, adalah kelompok kiri baru. Konteksnya adalah era Perang Dingin di mana kelompok kiri baru melawan rezim otoriter yang didukung oleh kapitalisme liberal.

“Mereka melihat sosialisme dan komunisme sebagai alternatif terhadap kapitalisme. Kelompok seperti Red Army Faction dan Tentara Merah melakukan aksi teror terhadap negara-negara kapitalis,” ucapnya menerangkan.  

Baca juga Terorisme Bukan Konspirasi tapi Nyata Adanya

Sebagai informasi Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama merupakan rangkaian Program Dialog Perdamaian AIDA dengan kalangan tokoh agama di wilayah Mataram dan sekitarnya. Sebelumnya telah diselenggarakan Halaqah Alim Ulama: Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan Ibroh. (MSY)  

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Oleh Hasibullah Satrawi, Penulis adalah pecinta Timnas Indonesia. Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara,...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....

Pentingnya Peran Ulama di Ruang Digital Gen Z

Aliansi Indonesia Damai- “Di era digital saat ini, para ulama dituntut untuk melakukan dakwah online guna membekali anak-anak kita, generasi Z dan milenial, demi meneguhkan kembali dakwah Islam Wasathiyah.” Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. M. Cholil Nafis, saat menjadi pembicara kunci...

AIDA Gelar Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Medan

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menyelenggarakan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Medan, Sumatera Utara pada 16-17 September 2026. Pelatihan digelar sebagai tindak lanjut dari Halaqah Alim Ulama: “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang telah diselenggarakan di Medan pada 12 Agustus 2026 lalu. Pelatihan dimaksudkan...

Tantangan Arus Informasi Global bagi Petugas Pemasyarakatan

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo mengingatkan petugas pemasyarakatan terhadap tantangan arus informasi di era digital. Menurut dia, saat ini masyarakat berada dalam pusaran interaksi global dimana gelombang informasi melimpah ruah hanya dalam genggaman tangan. Imam mengatakan dampak dari banjir informasi global sangat nyata terhadap...

Membangun Kohesi Sosial Melalui “Seni Bercinta”

Aliansi Indonesia Damai- Kunci keberhasilan pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme terletak pada kemampuan menyentuh hati mereka guna membangun hubungan yang konstruktif. Demikian disampaikan sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme bagi Petugas Pemasyarakatan yang diselenggarakan...

Pentingnya Peran Multitasking dan Seni Berinteraksi

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia, Imam B. Prasodjo menekankan pentingnya peran multitasking dan seni berinteraksi bagi petugas pemasyarakatan dalam menangani warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme. Para petugas di lapangan menghadapi beban berat dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, petugas lapas setiap hari harus menghadapi ratusan, bahkan ribuan...