Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengaku menyesal dahulu pernah bergabung dalam jaringan kelompok teroris. Andai waktu bisa diputar kembali, ia tak ingin menjadi bagian jaringan tersebut.
“Saya kadang suka berpikir seandainya waktu bisa diputar kembali, saya tidak akan pernah mau masuk dalam kelompok ekstrem. Sebab saya harus di penjara, harus berpisah dengan anak dan istri, bentrok dengan orang lain, bahkan harus melukai orang lain. Itu penyesalan saya,” ujar Iskandar dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMKN 1 Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Juli 2024 silam.
Iskandar mengatakan selama menjalani hukuman di penjara, ia merasakan banyak kesulitan dan keterbatasan. Menurut dia, keterbatasan dan kesulitan tersebut melatihnya untuk bersabar. “Sabar dengan segala keterbatasan. Itulah kesan yang tak bisa saya lupakan,” tutur dia.
Baca juga: Tantangan Mantan Amir JAD Kembali ke Jalan Perdamaian
Meski menyesal tapi Iskandar menerimanya karena waktu tak bisa ditarik mundur lagi. Kini dengan sisa waktu yang ada, ia gunakan untuk bertobat dan meminta ampunan kepada Allah Swt. Selain itu, ia pun mengampanyekan perdamaian kepada rekan-rekannya dan masyarakat luas demi terciptanya Indonesia yang damai. [AS]
