Aliansi Indonesia Damai- Andi Dina Noviana, penyintas bom terorisme Thamrin 2016, mengaku sangat bersyukur diberikan kesempatan kedua oleh Allah Swt. Meski tubuhnya terluka akibat terkena ledakan bom terorisme namun ia masih bisa selamat dan sembuh. Rasa bersyukur itu juga yang mendorongnya untuk bangkit dari keterpurukan akibat aksi terorisme.
“Saya berterima kasih kepada Allah Swt sudah dikasih kesempatan dan waktu lagi, sehingga saya harus menjadi manusia yang lebih baik. Saya tidak boleh mensia-siakan kesempatan kedua,” ujar Andin, sapaan akrabnya, dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMKN 1 Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Juli 2024 silam.
Pada 16 Januari 2016 silam, Andin terkena ledakan bom bunuh diri di salah satu kedai kopi di Jalan Thamrin Jakarta Pusat. Saat itu, ia sedang menikmati kopi dan sarapan pagi sembari menyelesaikan perkerjaannya sebagai karyawan Digital Marketing di salah satu perusahaan di Jakarta.
Baca juga: Keikhlasan dan Pengampunan Menyembuhkan Luka: Kisah Andi Dina Noviana, Penyintas Bom Thamrin
Ia tertimpa reruntuhan meja dan atap restoran. Ledakan bom juga menyebabkan kerusakan gendang telinganya, merobek bahu kiri dan melukai kakinya. Andin pun harus menjalani operasi dan perawatan medis di rumah sakit untuk mengatasi luka-lukanya.
“Saya pernah dilukai lahir dan batin oleh orang yang tidak saya kenal. Selama bertahun-tahun dendamnya besar sekali tapi pada akhirnya saya memilih untuk memaafkan pelakunya dan memaafkan diri sendiri,” tutur dia.
Andin mengaku untuk bisa memaafkan pelaku dan diri sendiri bukan hal mudah. Namun, kata dia, hal yang paling sulit dirasakannya adalah berdamai dengan diri sendiri. Meski ia telah menjadi korban yang mengalami luka dan trauma namun ia tidak mau menyerah.[AS]
