HomeBeritaKomitmen Aktivis Mahasiswa Bandung...

Komitmen Aktivis Mahasiswa Bandung untuk Perdamaian Indonesia

Aliansi Indonesia Damai- Puluhan aktivis mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung dan sekitarnya secara serentak mengacungkan tangan. Mereka menyatakan siap dan berkomitmen untuk menebar perdamaian di Indonesia. Ikrar tersebut berlangsung dalam kegiatan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Mahasiswa di Bandung pada 6-7 April 2019.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai keynote speaker adalah sosiolog Universitas Indonesia (UI), Imam B. Prasodjo. Imam menyerukan kepada generasi muda untuk menuai makna pentingnya perbedaan yang ada. Menurutnya, kemampuan untuk menghargai perbedaan merupakan kunci untuk mewujudkan perdamaian. Diingatkannya bahwa perdamaian tidak bersifat taken for granted, atau given. “Perdamaian harus terus dijaga dan dipelihara sesuai dengan kemampuan kita,” tegasnya.  

Lebih lanjut, Imam menerangkan, setiap orang terlahir dengan identitas bawaan yang berbeda satu dari lainnya. Identitas seseorang baik bersifat suku, etnik, dan agama kerap kali memberikan stereotipe buruk di masyarakat yang berbeda. Menurutnya, streotipe itu hanya akan membuat setiap orang atau kelompok enggan untuk berteman dengan kelompok lain. Oleh karena itu, kehadiran ragam identitas tidak bisa dilepaskan dari keragaman bentuk dan ciptaan Allah Swt. Dalam Islam, fakta keberagaman makhluk disebut sunnatullah (keniscayaan).

Imam menegaskan bahwa Tuhan sesungguhnya telah menyerukan kepada setiap umat manusia untuk senantiasa memahami keberagaman yang ada. “Bukankah di dalam Alquran jelas dikatakan bahwa setiap orang diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar setiap orang saling mengenal. Atau dalam bahasa Alquran Li Taarafu. Ini mempunyai makna yang sangat dalam secara sosiologi,” ujarnya.

Dalam pandangannya, memahami kata Li Taarafu, ini bisa memiliki makna yang paling dekat dengan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Menurutnya, sikap untuk saling memahami dan mengenal satu individu atau kelompok akan meningkatkan perasaan empati terhadap orang lain. “Oleh karena itulah Alquran secara tersirat memberikan pesan yang mengajak umatnya untuk meningkatkan kapabilitas, di antaranya sifat jujur dan terpercaya (trustworthy) hingga menjadi sikap saling menghargai dan mencintai,” tambahnya.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah aktivis mahasiswa dari berbagai kampus, yakni Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Pasundan (UNPAS), Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Maarif Ciamis, Institut Agama Islam Darussalam Ciamis, Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAIPI), Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), dan Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB).

Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Mahasiswa di Bandung pada 6-7 April 2019
Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Mahasiswa di Bandung pada 6-7 April 2019

Ajakan Imam B. Prasodjo dalam ikrar tersebut memberikan kesan yang mendalam. Salah seorang peserta mengajak rekan-rekannya yang lain untuk menguatkan nilai-nilai persaudaraan di masyarakat. “Untuk nilai-nilai positif yang disampaikan tadi, kita harus berjejaring dan saling menguatkan. Saya bisa mengambil pelajaran bahwa kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh hal bathil yang terorganisir,” kata mahasiswa asal STHB. [FS]

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS,...

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Salah satu jasa besar pesantren dan ulama yaitu resolusi jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari untuk mewajibkan umat Islam untuk membela kemerdekaan Indonesia. “Ketika ada tentara sekutu yang ingin kembali ke Indonesia, padahal...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengajak umat Muslim Indonesia untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia. Menurut dia rasa syukur yang paling penting adalah kehidupan di negeri ini yang tenang dan damai. “Coba kita bandingkan dengan di Timur Tengah, ada tidak kedamaian, ada tidak...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah (berjuang atau mengerahkan segala kemampuan secara bersungguh-sungguh di jalan Allah Swt), tetapi bukan dengan terorisme. Berjihad fisabilillah dilakukan dengan menjalankan perintah Allah Swt. Demikian dinyatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak dalam pembukaan...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS, Ketua Bidang Komunikasi Publik MPKS PP Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Mediaindonesia.com yang terbit pada 26 Agustus 2026 Hari merdeka, Nusa dan bangsa, Hari lahirnya bangsa Indonesia, Merdeka… LAGU Hari Merdeka ciptaan Husein Mutahar ini secara lantang masuk dan keluar di...

Umat Islam Harus Bersatu

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak menyerukan umat Islam untuk bersatu menjadi ummatan wahidah, umat yang satu. Menurut dia, umat Islam harus bersatu dalam pemikiran maupun akidah. Dalam Islam ada hukum yang sifatnya wajib, ada yang sunnah, ada juga yang...

Umat Islam Diajak Memperkuat Persaudaraan

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak mengajak umat Islam untuk memperkuat persaudaraan. Menurut dia, saat ini persaudaraan di kalangan umat Islam sangat dibutuhkan. “Mari kita memperkuat persaudaraan dan persatuan. Umat Islam harus bersatu. Jika kita perhatikan sekarang persaudaraan itu dibutuhkan dan...

Mewaspadai Harapan Indonesia Emas 2045

Oleh Dewi Lusiana, Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Artikel berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Agustus 2026 Sebagaimana biasa, di tengah perayaan dan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, pembicaraan tentang Indonesia Emas 2045 kembali santer terdengar. Dalam sejumlah kesempatan, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan media...

AIDA Gelar Halaqah Alim Ulama di Medan

Aliansi Indonesia Damai- Sebanyak 117 tokoh agama dari kalangan pesantren, muballigh, dewan kemakmuran masjid, pengurus ormas Islam dan akademisi kampus Islam di Kota Medan, Sumatera Utara dan sekitarnya mengikuti Halaqah Alim Ulama bertajuk “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” Rabu (12/08/2026). Halaqah diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA)...

Merdeka dengan Jiwa Besar

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 18 Agustus 2026 Setelah delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka dari penjajahan, pertanyaan esensial masih menghantui kesadaran eksistensial: apakah bangsa ini telah sungguh-sungguh merdeka? Pertanyaan itu mengemuka bukan untuk mengecilkan makna Proklamasi, melainkan untuk menghormatinya....

Otak Sehat, Negara Kuat

Oleh Badrul Munir, Dosen dan Dokter Spesialis Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Bawijaya/RS Saiful Anwar Malang Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 13 Agustus 2026 Di bulan Agustus ini, negara kita akan memasuki hari ulang tahun ke-81. Tidak terasa kita sudah 81 tahun menjadi negara merdeka. Bila dilihat...

Republik yang Belum Selesai

Oleh Darwin Darmawan, Sekretaris Umum PGI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 12 Agustus 2026 Delapan puluh satu tahun lalu, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Mereka juga memilih bentuk negara yang akan menjadi rumah bersama: Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bukan kerajaan. Bukan kesultanan. Melainkan republik. Kata...

Kisah Perjuangan Penyintas (Bag. 2), Mata Palsu dan Kebangkitannya

Setahun usai kembali bekerja, Sudirman merasa telah bangkit dari keterpurukan. Dia juga merasa ujian hidupnya sudah selesai. Rupanya, setahun pasca kejadian kelam tersebut, dia mengeluhkan sakit yang luar biasa di mata kirinya. Rasa itu disertai pembengkakan dan air mata yang terus mengalir. Hasil pemeriksaan dokter sungguh mengejutkan....