Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Mahasiswa di Bandung pada 6-7 April 2019 -
Home Berita Komitmen Aktivis Mahasiswa Bandung untuk Perdamaian Indonesia
Berita - Pilihan Redaksi - 30/04/2019

Komitmen Aktivis Mahasiswa Bandung untuk Perdamaian Indonesia

Aliansi Indonesia Damai- Puluhan aktivis mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung dan sekitarnya secara serentak mengacungkan tangan. Mereka menyatakan siap dan berkomitmen untuk menebar perdamaian di Indonesia. Ikrar tersebut berlangsung dalam kegiatan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Mahasiswa di Bandung pada 6-7 April 2019.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai keynote speaker adalah sosiolog Universitas Indonesia (UI), Imam B. Prasodjo. Imam menyerukan kepada generasi muda untuk menuai makna pentingnya perbedaan yang ada. Menurutnya, kemampuan untuk menghargai perbedaan merupakan kunci untuk mewujudkan perdamaian. Diingatkannya bahwa perdamaian tidak bersifat taken for granted, atau given. “Perdamaian harus terus dijaga dan dipelihara sesuai dengan kemampuan kita,” tegasnya.  

Lebih lanjut, Imam menerangkan, setiap orang terlahir dengan identitas bawaan yang berbeda satu dari lainnya. Identitas seseorang baik bersifat suku, etnik, dan agama kerap kali memberikan stereotipe buruk di masyarakat yang berbeda. Menurutnya, streotipe itu hanya akan membuat setiap orang atau kelompok enggan untuk berteman dengan kelompok lain. Oleh karena itu, kehadiran ragam identitas tidak bisa dilepaskan dari keragaman bentuk dan ciptaan Allah Swt. Dalam Islam, fakta keberagaman makhluk disebut sunnatullah (keniscayaan).

Imam menegaskan bahwa Tuhan sesungguhnya telah menyerukan kepada setiap umat manusia untuk senantiasa memahami keberagaman yang ada. “Bukankah di dalam Alquran jelas dikatakan bahwa setiap orang diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar setiap orang saling mengenal. Atau dalam bahasa Alquran Li Taarafu. Ini mempunyai makna yang sangat dalam secara sosiologi,” ujarnya.

Dalam pandangannya, memahami kata Li Taarafu, ini bisa memiliki makna yang paling dekat dengan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Menurutnya, sikap untuk saling memahami dan mengenal satu individu atau kelompok akan meningkatkan perasaan empati terhadap orang lain. “Oleh karena itulah Alquran secara tersirat memberikan pesan yang mengajak umatnya untuk meningkatkan kapabilitas, di antaranya sifat jujur dan terpercaya (trustworthy) hingga menjadi sikap saling menghargai dan mencintai,” tambahnya.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah aktivis mahasiswa dari berbagai kampus, yakni Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Pasundan (UNPAS), Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Maarif Ciamis, Institut Agama Islam Darussalam Ciamis, Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAIPI), Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), dan Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB).

Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Mahasiswa di Bandung pada 6-7 April 2019
Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Mahasiswa di Bandung pada 6-7 April 2019

Ajakan Imam B. Prasodjo dalam ikrar tersebut memberikan kesan yang mendalam. Salah seorang peserta mengajak rekan-rekannya yang lain untuk menguatkan nilai-nilai persaudaraan di masyarakat. “Untuk nilai-nilai positif yang disampaikan tadi, kita harus berjejaring dan saling menguatkan. Saya bisa mengambil pelajaran bahwa kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh hal bathil yang terorganisir,” kata mahasiswa asal STHB. [FS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *