Aliansi Indonesia Damai- Kita ingin menegakkan sebuah kehidupan Islam tapi dalam waktu yang sama juga kita mengorbankan orang-orang Muslim sendiri. Kita ingin pengawalan Islam yang lebih puritan tetapi ternyata membawa satu benturan demi benturan yang menimbulkan banyak korban jiwa.
“Semua itu menjadi satu persoalan yang mengganggu nurani kami,” tegas mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, di Kota Medan pertengahan Agustus lalu.
Baca juga: Jalan Baru Mantan Petinggi Jamaah Islamiyah (Bagian 1)
Arif mengatakan dalam waktu yang panjang para petinggi Jamaah Islamiyah terganggu dengan aksi-aksi pengeboman yang dilakukan sebagian anggota jamaahnya di sejumlah tempat. Aksi terorisme tersebut, kata dia, telah menimbulkan banyak korban yang memang tidak menjadi target serangan.
“Korbannya bukan yang disasar oleh pelaku tapi masyarakat umum, bahkan seorang Muslim, seperti yang hadir dalam halaqah ini. Meskipun saya bukan pelakunya, akan tetapi saya berada dalam lingkup yang secara moral harus ikut bertanggung jawab,” tuturnya. [AS]
