HomeBeritaPerdamaian Mahal Harganya

Perdamaian Mahal Harganya

Aliansi Indonesia Damai- Tiga pekan lalu AIDA menyelenggarakan safari kampanye perdamaian di lima sekolah di Bima, Nusa Tenggara Barat. Di setiap sekolah diselenggarakan Diskusi Interaktif: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh yang diikuti kurang lebih 80 siswa. Melalui kegiatan tersebut AIDA mengajak para pelajar untuk menguatkan karakter agar tangguh menghadapi pelbagai tantangan. Salah satu sekolah yang dikunjungi adalah SMAN 1 Monta.

Kepala SMAN 1 Monta, M. Fadil, dalam sambutannya menyampaikan bahwa para siswa yang mengikuti Diskusi Interaktif sangat beruntung. Sebab, yang disampaikan dalam kegiatan adalah pembelajaran berharga tentang ketangguhan dari sosok inspiratif. Di antaranya adalah kisah penyintas aksi terorisme yang bangkit dari keterpurukan, serta kisah mantan pelaku terorisme yang bertobat dari jalan kekerasan.

Baca juga Kepala SMKN 1 Bima: Tangguh Itu Tidak Gampangan

“Ini merupakan kesempatan langka bagi kita SMAN 1 Monta dengan kehadiran tim AIDA yang membawa perdamaian. Atau, minimal Bapak Ibu AIDA ini memberikan petunjuk bagaimana cara hidup berdamai, hidup yang sesuai dengan keselarasan dan keseimbangan di antara komunitas umat manusia,” ujarnya, Rabu (15/2/2023).

Keragaman manusia di berbagai aspek, lanjutnya, merupakan keniscayaan dan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, yang tidak mungkin ditolak oleh siapa pun. Dari fakta keberagaman tersebut, manusia sebagai makhluk sosial dituntut untuk memakmurkan bumi serta menciptakan kehidupan yang damai. Situasi tanpa kedamaian, menurutnya, menimpakan kerugian yang sangat besar bagi manusia. Salah satu gambarannya adalah seperti yang terjadi di Ukraina belakangan ini.

Baca juga Inspirasi Penyintas bagi Remaja Bima

“Kita hidup di atas dunia ini, anak-anak, harus penuh kedamaian. Jadi, perdamaian ini menjadi harga yang mahal,” kata dia.

Fadil mendorong para anak didiknya untuk terus mengembangkan diri dengan menimba pengetahuan sebanyak-banyaknya. Ia berpandangan, ilmu pengetahuan banyak sumbernya dan bisa didapatkan baik melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun di luar.

“Segala permasalahan bisa diselesaikan dengan jalan perdamaian, dengan mengedepankan dialog. Jangan ikut di jalan-jalan kekerasan ya, memukuli teman misalnya. Ujung-ujungnya, yang rugi dan menyesal ya diri sendiri,” ucapnya. [MLM-AKH]

Baca juga Menyemai Damai di SMAN 2 Bima

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS,...

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Salah satu jasa besar pesantren dan ulama yaitu resolusi jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari untuk mewajibkan umat Islam untuk membela kemerdekaan Indonesia. “Ketika ada tentara sekutu yang ingin kembali ke Indonesia, padahal...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengajak umat Muslim Indonesia untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia. Menurut dia rasa syukur yang paling penting adalah kehidupan di negeri ini yang tenang dan damai. “Coba kita bandingkan dengan di Timur Tengah, ada tidak kedamaian, ada tidak...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah (berjuang atau mengerahkan segala kemampuan secara bersungguh-sungguh di jalan Allah Swt), tetapi bukan dengan terorisme. Berjihad fisabilillah dilakukan dengan menjalankan perintah Allah Swt. Demikian dinyatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak dalam pembukaan...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS, Ketua Bidang Komunikasi Publik MPKS PP Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Mediaindonesia.com yang terbit pada 26 Agustus 2026 Hari merdeka, Nusa dan bangsa, Hari lahirnya bangsa Indonesia, Merdeka… LAGU Hari Merdeka ciptaan Husein Mutahar ini secara lantang masuk dan keluar di...

Umat Islam Harus Bersatu

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak menyerukan umat Islam untuk bersatu menjadi ummatan wahidah, umat yang satu. Menurut dia, umat Islam harus bersatu dalam pemikiran maupun akidah. Dalam Islam ada hukum yang sifatnya wajib, ada yang sunnah, ada juga yang...

Umat Islam Diajak Memperkuat Persaudaraan

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak mengajak umat Islam untuk memperkuat persaudaraan. Menurut dia, saat ini persaudaraan di kalangan umat Islam sangat dibutuhkan. “Mari kita memperkuat persaudaraan dan persatuan. Umat Islam harus bersatu. Jika kita perhatikan sekarang persaudaraan itu dibutuhkan dan...

Mewaspadai Harapan Indonesia Emas 2045

Oleh Dewi Lusiana, Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Artikel berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Agustus 2026 Sebagaimana biasa, di tengah perayaan dan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, pembicaraan tentang Indonesia Emas 2045 kembali santer terdengar. Dalam sejumlah kesempatan, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan media...

AIDA Gelar Halaqah Alim Ulama di Medan

Aliansi Indonesia Damai- Sebanyak 117 tokoh agama dari kalangan pesantren, muballigh, dewan kemakmuran masjid, pengurus ormas Islam dan akademisi kampus Islam di Kota Medan, Sumatera Utara dan sekitarnya mengikuti Halaqah Alim Ulama bertajuk “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” Rabu (12/08/2026). Halaqah diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA)...

Merdeka dengan Jiwa Besar

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 18 Agustus 2026 Setelah delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka dari penjajahan, pertanyaan esensial masih menghantui kesadaran eksistensial: apakah bangsa ini telah sungguh-sungguh merdeka? Pertanyaan itu mengemuka bukan untuk mengecilkan makna Proklamasi, melainkan untuk menghormatinya....

Otak Sehat, Negara Kuat

Oleh Badrul Munir, Dosen dan Dokter Spesialis Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Bawijaya/RS Saiful Anwar Malang Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 13 Agustus 2026 Di bulan Agustus ini, negara kita akan memasuki hari ulang tahun ke-81. Tidak terasa kita sudah 81 tahun menjadi negara merdeka. Bila dilihat...

Republik yang Belum Selesai

Oleh Darwin Darmawan, Sekretaris Umum PGI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 12 Agustus 2026 Delapan puluh satu tahun lalu, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Mereka juga memilih bentuk negara yang akan menjadi rumah bersama: Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bukan kerajaan. Bukan kesultanan. Melainkan republik. Kata...

Kisah Perjuangan Penyintas (Bag. 2), Mata Palsu dan Kebangkitannya

Setahun usai kembali bekerja, Sudirman merasa telah bangkit dari keterpurukan. Dia juga merasa ujian hidupnya sudah selesai. Rupanya, setahun pasca kejadian kelam tersebut, dia mengeluhkan sakit yang luar biasa di mata kirinya. Rasa itu disertai pembengkakan dan air mata yang terus mengalir. Hasil pemeriksaan dokter sungguh mengejutkan....