HomeBeritaBerlomba Menebar Perdamaian

Berlomba Menebar Perdamaian

Aliansi indonesia Damai- AIDA menyelenggarakan kegiatan “Diskusi Interaktif: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Islam Terpadu (SMAIT) Abdurrab, Pekanbaru, dua pekan lalu. Sebanyak 80 siswa sekolah tersebut berpartisipasi aktif dalam kegiatan. Mereka saling menggali dan berbagi gagasan untuk menguatkan karakter tangguh dalam diri.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Abdurrab Islamic School (AIS), julukan sekolah tersebut, Syawal Erman, menyampaikan sambutan saat membuka kegiatan secara resmi. Dalam pidatonya, Ustaz Syawal, sapaan akrabnya, menyatakan pihaknya membuka pintu lebar-lebar guna mendukung kegiatan yang diinisiasi oleh AIDA. Dalam pandangannya, kegiatan ini menjadi alternatif untuk membangun karakter generasi pelajar.

Baca juga Membina Generasi Penyeru Damai

“Kami tahu ini merupakan bagian dari fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan, juga menebar kebaikan. Mudah-mudahan yang kita dapatkan hari ini bisa bermanfaat bagi kita!” ujarnya di Pekanbaru, Selasa (23/5/2023).

Dalam kegiatan, para peserta menyimak penuturan kisah inspiratif dari dua pihak, yakni penyintas aksi teror bom dan mantan pelaku tindak pidana terorisme yang telah insaf. Kisah penyintas bom memuat inspirasi dan semangat tak putus asa saat ditakdirkan mengalami musibah. Badai pasti berlalu. Kisah para korban bom menyadarkan peserta untuk senantiasa bangkit dari keterpurukan, untuk lentur dan melenting melampaui tekanan kehidupan.

Baca juga Tangguh Itu Menebar Manfaat

Di sisi lain, kisah mantan pelaku terorisme yang telah bertobat mengandung pelajaran bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Namun, tak berhenti di situ, pembelajaran berharga (‘ibroh) yang mesti diserap dari pengalaman mantan pelaku adalah bahwa sebaik-baik orang yang pernah berbuat salah ialah yang bertobat serta memperbaiki kesalahannya di masa lalu.

Berkaitan dengan kisah korban dan mantan pelaku, Ustaz Syawal mengingatkan para peserta didik di AIS agar mewaspadai pengaruh kekerasan serta berupaya menebar kebaikan di mana pun berkhidmat.

Baca juga Kita Butuh Perdamaian

“Ini jarang sekali kita dapatkan, maka gunakanlah sebaik-baiknya waktu ini. Karena, sedikit gambaran, bahwa teroris itu lebih banyak yang diambil adalah kelompok kaum muda. Kita berharap jangan sampai antum dan antunna semua menjadi bagian-bagian yang bisa merusak kedamaian Indonesia,” kata dia.

Pungkasan, Syawal berpesan kepada siswa-siswi SMAIT Abdurrab Pekanbaru untuk berkontribusi aktif dalam mengampanyekan perdamaian. Kaum pelajar hari ini adalah para pemimpin Indonesia di masa depan. Kesadaran tersebut harus tertanam kuat di alam pikiran generasi muda demi mewujudkan peradaban maju dan unggul di masa depan.

“Sesuai dengan jargon kita, apa jargon kita, we are future leaders, kita pemimpin masa depan, jadi di situ kita berjuang untuk kedamaian Indonesia kita,” katanya. [MLM-YNWH]

Baca juga Menyambung Estafet Perdamaian

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Terorisme Nyata Adanya

Aliansi Indonesia Damai- Jika ada yang beranggapan terorisme itu konspirasi dan...

Belajar (Kembali) Menghormati Bahasa

Oleh Acep Iwan Saidi, Guru Besar Semiotika Fakultas Seni Rupa dan...

Beratnya Menyatukan Umat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal...

Terorisme Nyata Adanya

Aliansi Indonesia Damai- Jika ada yang beranggapan terorisme itu konspirasi dan rekayasa pemerintah, maka pernyataan tersebut tidak benar. Terorisme benar nyata adanya. Demikian dinyatakan Mulyono, penyintas korban bom Kuningan 2004 dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan...

Belajar (Kembali) Menghormati Bahasa

Oleh Acep Iwan Saidi, Guru Besar Semiotika Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 14 Oktober 2026 Pada usianya yang ke-98 tahun sejak dideklarasikan sebagai bahasa persatuan Indonesia melalui Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928), bahasa Indonesia menunjukkan sosok yang paradoks. Dari sisi...

Beratnya Menyatukan Umat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali mengaku mempraktikan persatuan antar umat Islam (ukhuwah baina al-muslimin) lebih sulit daripada ukhuwah baina al-mutadayyin (persaudaraan antarumat beragama). “Menyatukan umat Islam ini susah sekali. Di internal umat Islam memang banyak sekali masalah. Jadi menyatukan di...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Oktober 2026 Di sebuah ruangan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), dua remaja berbincang santai dengan kami para peneliti sosial BRIN yang sedang ingin menangkap permasalahan kenakalan remaja di era digital. Sebut...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau saya banyak dosa, masih ada-orang orang yang dosanya lebih banyak daripada saya”. Demikian ungkapan kemarahan yang pernah dialami Mulyono saat terdampak ledakan bom terorisme yang menghancurkan rahang dan melukai tubuhnya. Saat itu, 9 September 2004, bom...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara, sekadar bermimpi juara pun seakan mustahil. Persis di...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....