Aliansi Indonesia Damai- Eks kombatan konflik Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah, Iswanto mengaku dirinya sekarang menjadi duta perdamaian yang mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat termasuk anak didiknya di pesantren. Ia menyampaikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.
“Saya menyampaikan kepada rekan-rekan yang dulu bahwa Islam itu rahmatan lil alamin bukan kekerasan. Kekerasan bukan ajaran Islam,” ujar Iswanto dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN 3 Bandar Lampung yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), November 2024 silam.
Dakwah Islam rahmatan lil alamin pun, ia sampaikan kepada anak didiknya di pesantren. Saat mengajar di kelas, ia mengajak murid-muridnya untuk tidak mengikuti jejak masa lalu dirinya dan kelompoknya yang bergelut dengan aksi kekerasan. “Saya sampaikan dan memberi gambaran kepada mereka tentang apa yang dulu saya dan rekan-rekan lakukan, sehingga mereka nanti ketika berada di masyarakat bisa menyatu dengan masyarakat bukan sebaliknya,” tuturnya.
Baca juga: Islam Menolak Terorisme
Iswanto tak memungkiri bahwa ada umat Islam yang keliru memahami dan mempraktikan ajaran Islam seperti jihad. Ia pun mengakui pelaku terorisme kebanyakan sorang muslim. Menurut dia, pelaku terorisme memiliki tujuan ingin berjihad di jalan Allah Swt tapi caranya salah dan keliru. Mereka berjihad dengan melakukan teror dan balas dendam.
“Mereka ingin membalas dendam karena muslim di luar negeri ditindas dan sebagainya tapi aksinya dilakukan di sini. Akibatnya ada orang-orang yang tak tahu apa-apa terkena dampaknya dan menjadi korban,” tegas Iswanto. [AS]
