Aliansi Indonesia Damai- Aksi pengeboman yang dilakukan kelompok jaringan terorisme sama sekali tidak untuk membela Tuhan maupun membela agama. Tindak terorisme merupakan tindak kesalahan dan ditentang oleh para ulama.
Pernyataan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan saat menjadi narasumber kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Istiqomah Muhammadiyah Samarinda, Kalimantan Timur yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Agustus 2024 silam.
“Apa yang saya lakukan dahulu bukan untuk membela Tuhan, bukan untuk membela agama, tetapi jelas itu tindakan yang salah. Bahkan ulama-ulama Islam menentang apa yang kami lakukan tersebut,” tegas Choirul.
Baca juga: Kasih Ibu Mengalahkan Doktrin Kekerasan
Choirul mengaku menyesal dahulu bergabung dengan kelompok jaringan terorisme dan pernah memiliki pemikiran jahat dan ekstrem. Bahkan, ia pun mengaku menyesal pernah mengkafirkan orangtua dan keluarga besarnya.
“Saya menyesali pernah memiliki pemikiran jahat seperti itu. Saya menyesali telah meninggalkan orangtua dan menyalahkan orangtua dan keluarga saya. Terlalu banyak kesalahan dalam hidup saya saat bergabung dalam kelompok ekstrem,” tutur dia.
Ia menceritakan saat masih berada di kelompok jaringan terorisme, setiap apa pun yang dilakukannya dianggap sebagai perjuangan. “Saya sendiri menganggap bahwa apa yang saya perjuangkan adalah melawan setan (thagut),” ketusnya. [AS]
