HomeBeritaMenolong yang Zalim dan...

Menolong yang Zalim dan Terzalimi

Aliansi Indonesia Damai- “Tolonglah saudaramu yang berlaku zalim atau yang terzalimi. Sahabat bertanya, ‘wahai Rasulullah, kami menolong orang yang dizalimi, tetapi bagaimana kami menolong orang yang berbuat zalim?’ Rasulullah menjawab, cegahlah dia dari berbuat zalim maka sesungguhnya engkau telah menolongnya” (HR. Bukhari: 2444).

Deputi Direktur AIDA, Laode Arham, mengutip hadis tersebut saat menyampaikan sambutan pembukaan Pengajian Daring Bedah Buku La Tay’as: Ibroh dari Kehidupan Teroris dan Korbannya yang digelar AIDA, Rabu (02/12/2020). Kegiatan diikuti oleh civitas academica Universitas Muhammadiyah Sukabumi.

Baca juga Generasi Milenial Duta Perdamaian

Laode mengatakan, hadis itu menjadi filosofi dasar AIDA dalam menyelenggarakan syiar perdamaian. Dalam konteks ini, pihak yang terzalimi adalah korban terorisme yang mengalami begitu banyak penderitaan. Sementara di sisi lain AIDA juga mendukung pertobatan anggota jaringan terorisme dengan cara melibatkan mereka dalam upaya pembangunan perdamaian. “Kedua pihak memiliki kisah pengalaman yang mengandung banyak sekali ibroh dan sangat bermanfaat untuk perdamaian umat manusia,” ujar Laode.

Menurut Laode, dalam Al-Qur’an, pendekatan ibroh melalui kisah umat-umat manusia terdahulu lebih banyak termuat dibandingkan dengan ayat-ayat hukum. Dari situ, umat Islam bisa menemukan banyak sekali pembelajaran-pembelajaran dan hikmah-hikmah yang luar biasa.

Baca juga Ketulusan dalam Pemaafan

“Melalui kisah korban dan mantan pelaku terorisme, khalayak luas diharapkan dapat memetik pembelajaran perdamaian, supaya tidak ada lagi orang yang menjadi pelaku kekerasan, sehingga tidak ada lagi yang menjadi korban kekerasan,” kata Laode.

Dalam kegiatan ini, AIDA menghadirkan Dwi Siti Romdhoni, korban Bom Thamrin 2016. Dwiki, sapaan akrabnya, menuturkan musibah yang menimpanya saat melakukan rapat dengan klien kantornya di salah satu restoran Plaza Sarinah Jakarta, 14 Januari 2016. Peristiwa itu membuat Dwiki mengalami sejumlah cedera sehingga mengharuskannya menjalani serangkaian terapi yang cukup lama. Berkat dukungan keluarga, bantuan psikolog dan psikiater, serta rekan-rekannya sesama penyintas bom membantu Dwiki bangkit dari keterpurukannya.

Sementara dari unsur mantan pelaku terorisme, hadir Kurnia Widodo yang memaparkan kisah awal keterlibatannya di jaringan ekstremisme kekerasan, menjalani hukuman penjara, hingga memutuskan tobat dan memilih menjadi aktivis perdamaian. [FL]

Baca juga Dakwah Perdamaian sebagai Peran Keumatan Aisyiyah

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Ikhtiar Mematahkan Ideologi Ekstrem di Balik Jeruji Besi

Oleh Laode Arham, Pegiat HAM dan Perdamaian, Alumni Pascasarjana Kriminologi Universitas...

Meningkatkan Kompetensi Petugas Lapas Membina WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Pagi yang cerah di barat tugu Yogyakarta. Sebanyak...

Misi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Oleh Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Artikel ini berasal dari...

Ulama Dahulu Bijak Mendakwahkan Islam

Aliansi Indonesia Damai- Para ulama terdahulu bersikap bijak dalam menyebarkan atau...

Ikhtiar Mematahkan Ideologi Ekstrem di Balik Jeruji Besi

Oleh Laode Arham, Pegiat HAM dan Perdamaian, Alumni Pascasarjana Kriminologi Universitas Indonesia Dinding-dinding tinggi Lembaga Pemasyarakatan (lapas) kini bukan lagi sekadar tempat menjalani hukuman atau penebusan dosa. Di era ini, lapas telah bertransformasi menjadi wadah pemulihan kemanusiaan—sebuah tempat di mana integrasi hidup dan perlindungan masyarakat dirajut...

Meningkatkan Kompetensi Petugas Lapas Membina WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Pagi yang cerah di barat tugu Yogyakarta. Sebanyak 25 petugas pemasyarakatan dari sejumlah UPT Lembaga Pemasyarakatan (lapas) di pulau Jawa mengikuti Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme bagi Petugas Pemasyarakatan yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan...

Misi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Oleh Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 13 September 2026 Para pendiri Indonesia sungguh bijaksana dan visioner. Mereka merumuskan misi yang harus dilakukan sebagai kewajiban konstitusional pemerintahan Republik Indonesia untuk terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Satu di...

Ulama Dahulu Bijak Mendakwahkan Islam

Aliansi Indonesia Damai- Para ulama terdahulu bersikap bijak dalam menyebarkan atau mendakwahkan ajaran Islam. Mereka mampu mengambil jalan tengah dan bijak terhadap kondisi masyarakat saat itu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama...

Berjihad untuk Hidup di Jalan Allah

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali mengajak umat Islam untuk berjihad tidak dengan melakukan aksi terorisme atau bom bunuh diri. “Gamal al-Banna menyatakan jihad hari ini bukan untuk mati di jalan Allah tapi untuk hidup...

22 Tahun yang Penuh Berkah

Oleh Nanda Olivia Daniel, Penyintas Bom Kuningan 9 September 2004. Sejak menjadi korban bom begitu banyak berkah yang sudah Allah kasih buat saya dan keluarga saya. Mulai dari bantuan pengobatan dari Kedutaan Besar Australia, ini yang paling nyata manfaatnya yang bisa saya rasakan langsung. Dan kemudian menyusul...

Literasi Relasi Melawan Radikalisasi Digital

Oleh Andik Wahyun Muqoyyidin, Akademisi dan Peneliti Pendidikan Islam Universitas Pesantren Tinggi Darul ’Ulum Jombang Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 September 2026 Radikalisasi digital tidak selalu datang dengan amarah. Hal itu bisa bermula dari perhatian: seseorang rajin menyapa, bersedia mendengarkan keluhan, menawarkan bantuan, lalu...

Doa Bersama untuk Korban Bom Kuningan

Aliansi Indonesia Damai- Forum Kuningan, komunitas korban aki terorisme di Kedutaan Besar Australia Jakarta, 9 September 2004, mengajak masyarakat Indonesia meluangkan waktu sejenak dan memanjatkan doa sesuai keyakinan dan kepercayaannya untuk mendoakan para korban. Ajakan doa bersama untuk mengenang tragedi 22 tahun lalu yang menimpa saudara-saudara kita terkena...

Korban Terorisme Menguatkan Kesadaran

Aliansi Indonesia Damai- Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto mengaku di antara yang membantu menguatkan dirinya untuk meninggalkan paham dan jalan kekerasan adalah pertemuannya dengan korban aksi terorisme saat menjalani hukuman penjara. Dalam pertemuan yang difasilitasi AIDA tersebut, Arif mendengarkan secara langsung dampak dan bahaya aksi...

Menemukan Titik Balik di Penjara

Aliansi Indonesia Damai- Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto mengaku saat menjalani hukuman penjara menemukan titik balik untuk kembali ke jalan perdamaian. Menurut dia, di dalam penjara dirinya mendapatkan satu waktu untuk lebih luas dan panjang untuk memikirkan ulang apa yang selama ini dijalani dan diperjuangkannya. “Pengalaman...

Buku SNI dan Politik Sejarah bagi Bangsa yang Majemuk

Oleh Mudhofir Abdullah, Guru Besar UIN Raden Mas Said Surakarta Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 07 September 2026 Pada akhir Agustus lalu, pemerintah meluncurkan lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Kelimanya bagian dari seri yang dirancang 10-11 jilid yang dikerjakan oleh 123...

Terorisme Tidak Menegakkan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Kita ingin menegakkan sebuah kehidupan Islam tapi dalam waktu yang sama juga kita mengorbankan orang-orang Muslim sendiri. Kita ingin pengawalan Islam yang lebih puritan tetapi ternyata membawa satu benturan demi benturan yang menimbulkan banyak korban jiwa. “Semua itu menjadi satu persoalan yang mengganggu nurani kami,”...