HomeBeritaDakwah Perdamaian sebagai Peran...

Dakwah Perdamaian sebagai Peran Keumatan Aisyiyah

Aliansi Indonesia Damai- Peran kader-kader Aisyiyah dibutuhkan untuk menyelesaikan pelbagai konflik sosial. Kader Aisyiyah diharapkan turut berkontribusi mewujudkan perdamaian di Indonesia. Sebab dakwah perdamaian merupakan bagian dari peran keumatan Aisyiyah.

Demikian pesan yang disampaikan Ketua PW Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Zulaikha Ajron, saat memberikan sambutan dalam acara bedah buku La Tay’as: Ibroh dari Kehidupan Teroris dan Korbannya, Sabtu (28/11/2020).

Baca juga Membangun Perdamaian dengan Cerita

Ia mengajak kader Aisyiyah untuk turut berperan aktif menghadirkan perdamaian di lingkungan sekitar. “Menjadi perempuan yang bisa memberikan manfaat kepada tetangga sekitar kemudian bisa meredam konflik, mungkin dalam lingkup kecil tetapi peran itu menjadi sangat strategis,” katanya.

Kegiatan yang digelar AIDA bekerjasama dengan Forum Kajian Konsolidasi Koordinasi dan Solusi PW Aisyiyah DIY itu dihadiri seratus lebih kader Aisyiyah Yogyakarta. Hadir pula sejumlah narasumber, yaitu Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Dr. KH Hamim Ilyas, Ketua MHH PW Aisyiyah DIY Hj. Puji Utami, Mantan Pelaku Terorisme Ali Fauzi Manzi, Penyintas Bom Kampung Melayu Susi Afitriyani, dan  penulis buku Hasibullah Satrawi.

Baca juga Islam Rahmat Identik Perdamaian

Di hadapan para kadernya, Zulaikha menekankan pentingnya perdamaian sebagai landasan dakwah Aisyiyah. Dalam pandangannya, garis dakwah Aisyah bersifat seimbang, tidak cenderung ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. “Muhammadiyah mengambil garis Islam berkemajuan dan moderasi, yaitu Islam wasathiyah, tidak ke kiri dan juga tidak ke kanan. Inilah yang kita sebut sebagai gerakan Islam berkemajuan,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa perdamaian dapat diwujudkan dengan semangat keadilan. Hal itu pula yang menjadi karakter perjuangan Muhammadiyah. “Islam berkemajuan ingin mewujudkan masyarakat yang damai, mulia, dan menjunjung nilai-nilai keadilan, kesetaraan, martabat, dan berdaulat sehingga tidak ada lagi satu warga negara pun yang mendapatkan perlakuan yang diskriminatif dan tidak adil,” ungkapnya.

Baca juga Ibroh dari Kehidupan Teroris dan Korbannya

Zulaikha berharap para kader Aisyiyah dapat mengambil pembelajaran dari kegiatan ini dan menerapkannya di lingkungan masing-masing. “Mudah-mudahan setelah diskusi ini kita bisa mengambil ibroh, pelajaran apa yang mesti kita lakukan untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang damai, berdaulat dan menjunjung tinggi harkat martabat dan hak asasi manusia, sehingga kita betul-betul menjadi Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” harapnya. [AH]

Baca juga Membangun Hidup Bersama dalam Damai

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Oktober 2026 Di sebuah ruangan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), dua remaja berbincang santai dengan kami para peneliti sosial BRIN yang sedang ingin menangkap permasalahan kenakalan remaja di era digital. Sebut...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau saya banyak dosa, masih ada-orang orang yang dosanya lebih banyak daripada saya”. Demikian ungkapan kemarahan yang pernah dialami Mulyono saat terdampak ledakan bom terorisme yang menghancurkan rahang dan melukai tubuhnya. Saat itu, 9 September 2004, bom...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara, sekadar bermimpi juara pun seakan mustahil. Persis di...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....

Pentingnya Peran Ulama di Ruang Digital Gen Z

Aliansi Indonesia Damai- “Di era digital saat ini, para ulama dituntut untuk melakukan dakwah online guna membekali anak-anak kita, generasi Z dan milenial, demi meneguhkan kembali dakwah Islam Wasathiyah.” Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. M. Cholil Nafis, saat menjadi pembicara kunci...

AIDA Gelar Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Medan

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menyelenggarakan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Medan, Sumatera Utara pada 16-17 September 2026. Pelatihan digelar sebagai tindak lanjut dari Halaqah Alim Ulama: “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang telah diselenggarakan di Medan pada 12 Agustus 2026 lalu. Pelatihan dimaksudkan...

Tantangan Arus Informasi Global bagi Petugas Pemasyarakatan

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo mengingatkan petugas pemasyarakatan terhadap tantangan arus informasi di era digital. Menurut dia, saat ini masyarakat berada dalam pusaran interaksi global dimana gelombang informasi melimpah ruah hanya dalam genggaman tangan. Imam mengatakan dampak dari banjir informasi global sangat nyata terhadap...