HomePublikasiNewsletterNewsletter Suara Perdamaian Edisi...

Newsletter Suara Perdamaian Edisi XXIV – April 2020

Pembaca setia Suara Perdamaian, di tengah pandemi Covid-19 yang melanda, mari kita meningkatkan kewaspadaan serta mendukung ikhtiar pemerintah agar wabah ini segera teratasi. Semoga para pembaca beserta keluarga senantiasa sehat, terhindar dari penyakit!

Dalam Edisi XXIV ini dilaporkan sejumlah kegiatan kampanye perdamaian yang melibatkan korban dan mantan pelaku terorisme, pada rentang Januari hingga Maret 2020.

Acara Seminar Sehari “Halaqah Perdamaian: Belajar dari Rekonsiliasi Korban dan Mantan Pelaku Terorisme” di Kampus Universitas Brawijaya, pertengahan Februari lalu, disuguhkan pertama dalam edisi ini. Kegiatan tersebut dihadiri sedikitnya 190 mahasiswa dari 8 perguruan tinggi ternama di Jawa Timur.

Sekitar sebulan setelahnya, sebanyak 32 mahasiswa alumni seminar mengikuti Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Mahasiswa di Kota Malang. Pelatihan diselenggarakan dalam rangka mendorong peran mahasiswa dalam membuat gerakan nyata untuk menyuburkan perdamaian di lingkungan kampus.

Sebuah tulisan karya Jihan Talib, penyintas aksi teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada tahun 2017, memperkaya edisi ini. Jihan berbagi tulisannya dengan harapan agar peristiwa kekerasan seperti yang menimpanya tidak terjadi lagi ke depan.

Laporan kegiatan Short Course Penguatan Perspektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme di Malang pada awal Februari 2020 juga disajikan. Sebanyak 29 jurnalis dari 29 media massa di wilayah Malang Raya mengikuti kegiatan ini. Sebagian peserta mengakui pemberitaan media terkait isu terorisme selama ini jarang mengedepankan sudut pandang korban.

Edisi XXIV ini pun memuat laporan acara Pelatihan Tim Perdamaian yang diselenggarakan di Tasikmalaya pada akhir Februari 2020. Lima penyintas dan dua orang mantan pelaku terorisme saling berbagi kisah. Melalui kegiatan ini para penyintas dan mantan pelaku mencoba mengupayakan terjalinnya rekonsiliasi dan persatuan di antara mereka. Penyintas dan mantan pelaku yang telah menyatu menjadi Tim Perdamaian kemudian membagikan pengalaman mereka dalam safari kampanye perdamaian di 5 sekolah di kota yang sama. Di setiap sekolah penyintas dan mantan pelaku berkisah dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh”.

Halaman terakhir edisi ini memuat hasil wawancara redaksi dengan Rektor UIN Sunan Ampel, Prof. Masdar Hilmy, Ph.D, mengenai tantangan mutakhir yang harus diwaspadai kaum akademik di kampus, yakni penyebaran paham keagamaan yang ekstrem.

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Menjadi Pilar Damai: Peran Santri untuk Indonesia

Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Peringatan ini ditetapkan...

Urgensi Revitalisasi Pendidikan Karakter Bangsa

Oleh Anas Hidayat Penulis Dosen Program Doktor Ilmu Manajemen di ...

Fathudin, Awal Mula Bergabung Jemaah Islamiyah (Bag. 1)

Sebuah pengakuan yang jujur disampaikan oleh mantan anggota Jemaah Islamiyah (JI),...

Sepakat pada Pokok, Berbeda pada Partikular

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul...

Menjadi Pilar Damai: Peran Santri untuk Indonesia

Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Peringatan ini ditetapkan pemerintah/negara untuk mengenang peran para ulama dan santri dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad oleh KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Namun, hari Santri Nasional bukan sekadar seremoni tahunan untuk...

Urgensi Revitalisasi Pendidikan Karakter Bangsa

Oleh Anas Hidayat Penulis Dosen Program Doktor Ilmu Manajemen di FBE UII (Profesor, PhD) dan Mutasyar PCNU Kota Yogyakarta Indonesia sedang menghadapi sebuah paradoks besar. Di satu sisi, kemajuan pendidikan, teknologi, dan ekonomi telah melahirkan generasi yang semakin terampil, cerdas, dan mampu bersaing dalam dunia modern. Namun,...

Fathudin, Awal Mula Bergabung Jemaah Islamiyah (Bag. 1)

Sebuah pengakuan yang jujur disampaikan oleh mantan anggota Jemaah Islamiyah (JI), Fathudin, dalam kegiatan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama yang digelar Aliansi Indonesia Damai (AIDA) di Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (17/9/2026). Di hadapan para tokoh agama, ia membagikan kisah perjalanan hidupnya yang “terjebak” dalam...

Perang Arab Saudi Versus Houthi

Di saat perang besar Amerika Serikat-Israel melawan Iran dan proksinya, Arab Saudi justru berperang terpisah melawan kelompok Houthi di Yaman. Secara kasatmata, perang Arab Saudi versus Houthi dimulai 13 Juli 2026 ketika pelayat Houthi yang baru datang dari acara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran akan mendarat di...

Sepakat pada Pokok, Berbeda pada Partikular

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali mengajak umat Islam untuk bersepakat pada yang ushul (pokok) dan berbeda pada hal-hal yang partikular. “Kalau kita ngumpulin perbedaan-perbedaan, tidak ada ujungnya. Kenapa kita tidak bersepakat pada yang pokok, yang ushul, dan kita dibiarkan berselisih,...

Akhir Perang AS-Israel Versus Iran

Hingga hari ini (19/10), belum ada tanda-tanda perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran akan segera berakhir. Bukan karena tidak ada pihak yang ingin perang ini berakhir, melainkan karena perang ini berjalan liar dan tidak sesuai dengan rencana awal. Dilihat dari pernyataan sebagian elite kedua negara,...

Joki Baca Buku dan Ilusi Intelektualitas

Oleh Arya Wijaya Pramodha Wardhana, Pegiat Minat Baca; Dosen Departemen Informasi dan Perpustakaan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Airlangga Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Oktober 2026 Jasa joki baca buku ramai dibicarakan di Threads pada awal Oktober 2026. Seorang pengguna menawarkan jasa membaca buku...

Terorisme Nyata Adanya

Aliansi Indonesia Damai- Jika ada yang beranggapan terorisme itu konspirasi dan rekayasa pemerintah, maka pernyataan tersebut tidak benar. Terorisme benar nyata adanya. Demikian dinyatakan Mulyono, penyintas korban bom Kuningan 2004 dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan...

Belajar (Kembali) Menghormati Bahasa

Oleh Acep Iwan Saidi, Guru Besar Semiotika Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 14 Oktober 2026 Pada usianya yang ke-98 tahun sejak dideklarasikan sebagai bahasa persatuan Indonesia melalui Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928), bahasa Indonesia menunjukkan sosok yang paradoks. Dari sisi...

Beratnya Menyatukan Umat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali mengaku mempraktikan persatuan antar umat Islam (ukhuwah baina al-muslimin) lebih sulit daripada ukhuwah baina al-mutadayyin (persaudaraan antarumat beragama). “Menyatukan umat Islam ini susah sekali. Di internal umat Islam memang banyak sekali masalah. Jadi menyatukan di...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Oktober 2026 Di sebuah ruangan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), dua remaja berbincang santai dengan kami para peneliti sosial BRIN yang sedang ingin menangkap permasalahan kenakalan remaja di era digital. Sebut...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau saya banyak dosa, masih ada-orang orang yang dosanya lebih banyak daripada saya”. Demikian ungkapan kemarahan yang pernah dialami Mulyono saat terdampak ledakan bom terorisme yang menghancurkan rahang dan melukai tubuhnya. Saat itu, 9 September 2004, bom...