HomeInspirasiAspirasi Damai2021: Instrospeksi untuk Kemaslahatan

2021: Instrospeksi untuk Kemaslahatan

Momentum tahun baru akan lebih bermakna jika kita mampu melihat ke belakang, mensyukuri segala nikmat, serta melakukan refleksi diri agar bisa menjalani hari esok lebih baik.

Tahun 2020 menjadi tahun yang tidak mudah bagi kita semua, terutama karena pandemi Covid-19. Situasi apa pun mengindikasikan bahwa Allah SWT masih sayang kepada kita. Bagi seorang bijak, selalu ada hikmah di balik setiap musibah.

Kita patut bersyukur bahwa kita masih bisa menerima limpahan rezeki dan karunia Allah SWT hingga tahun ini. Boleh jadi rezeki tersebut berupa kesehatan, diselamatkan atau disembuhkan dari wabah Covid-19, berkumpul dengan keluarga, hingga kenyamanan beraktivitas. Kedamaian yang kita rasakan saat ini merupakan buah dari minimnya aksi ekstremisme kekerasan yang terjadi selama tahun 2020.

Baca juga Menaklukkan Hati dengan Hati

Meskipun demikian, ada banyak pencapaian yang tertunda akibat pandemi di tahun 2020.  Masing-masing kita lantas mematok target di tahun 2021. Namun ada satu keutamaan bagi seorang muslim yang tak kalah penting dari kesuksesan dunia, yaitu takwa. Alangkah baiknya jika manusia tidak hanya berlomba untuk memperbaiki hal-hal duniawi tetapi juga ukhrawi. 

Awal tahun 2021 ini harus kita isi dengan introspeksi; tentang apa-apa yang kita jalani dan capai di tahun lalu. Perintah untuk berintropeksi terkandung secara jelas dalam QS Al Hasyr ayat 18:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan.” 

Baca juga Generasi Z Menghadapi Ekstremisme

Sebelum perintah untuk intropeksi terhadap apa yang telah diperbuat, ayat tersebut memerintahkan manusia untuk bertakwa kepada Allah SWT. Dapat disimpulkan bahwa intropeksi terbaik adalah intropeksi terhadap ketakwaan kita, yaitu perihal yang berkaitan erat dengan iman, Islam dan ihsan.

Keimanan dan keislaman seseorang menjadi rahasia seorang hamba dengan Tuhannya. Hal ini berhubungan dengan bagaimana seorang hamba berkomunikasi dengan Sang Pencipta melalui berbagai macam ibadah.

Sedangkan konsep ihsan lebih kepada bagaimana manusia sebagai makhluk Allah berusaha untuk terus berlaku baik, salah satunya adalah dengan menjaga kemaslahatan umum. Hal ini merujuk pada kondisi masyarakat yang sejahtera, penuh kedamaian, dan minimnya ancaman bahaya.

Baca juga Dari Penyintas Muda untuk Perdamaian Indonesia

Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin, sangat menekankan pentingnya menegakkan kemaslahatan publik. Muslim yang baik adalah orang yang kehadirannya tidak menyusahkan, apalagi menyakiti dan membuat orang lain menderita. Tentunya konsep maslahah harus dapat diaplikasikan seluas mungkin. Jangan sampai konsep maslahah hanya memberikan manfaat bagi segelintir orang dan justru membahayakan yang lain. 

Konsep ihsan berkaitan erat dengan bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain. 

خير الناس أنفعهم للناس

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni).

Baca juga Teladan Pemaafan dari Nabi

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Meluruskan Pemahaman Jihad

Aliansi Indonesia Damai- Dewasa ini masih banyak kalangan yang memahami jihad...

Berdakwah di Era Digital

Aliansi Indonesia Damai – Banyak kita temui nasehat, “Janganlah belajar agama...

Membalas Kebencian dengan Kasih (Bag. 2-Terakhir)

Aliansi Indonesia Damai- Dari hasil pemeriksaan, dokter memutuskan Budijono harus melakukan...

Membalas Kebencian dengan Kasih (Bag. 1)

Aliansi Indonesia Damai – Ibadat Misa Pagi di Gereja St Lidwina...

Keluarga Jadi Pendorong Utama Pertobatan

Aliansi Indonesia Damai- Bagi Choirul Ihwan, mantan pelaku terorisme, kasih sayang keluarga khususnya ibu menjadi titik awal kesadarannya untuk melepaskan diri dari jerat terorisme dan menanggalkan kekerasan serta bertobat kembali ke jalan perdamaian. Berdasarkan pengalaman pribadinya, ia bisa sembuh dari ekstremisme berkat perhatian dan kasih sayang keluarganya. “Kalau...

Membumikan Kembali Pancasila dalam Undang-Undang

Oleh Jimmy Zeravianus Usfunan, Dosen Hukum Tata Negara serta Ketua Pusat Studi Pancasila dan Kenegaraan, FH Universitas Udayana Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 01 Juni 2026 Sudah 81 tahun Pancasila diperkenalkan Sukarno dalam pidato 1 Juni 1945 sebagai respons atas pertanyaan, ”Apa dasar negara Indonesia jika...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...