HomeBeritaAktivis Mahasiswa Bandung Ajak...

Aktivis Mahasiswa Bandung Ajak Masyarakat Rawat Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Dewasa ini upaya untuk mewujudkan perdamaian makin banyak mendapatkan tantangan. Salah satu bentuknya, situasi politik mutakhir terkait pemilihan umum 2019 telah menyebabkan polarisasi dan perbedaan yang tajam di kalangan masyarakat. Namun, tantangan tersebut tak menyurutkan semangat para aktivis mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) dalam mengajak kaum muda terpelajar untuk meningkatkan kesadaran merawat perdamaian.

Hal itu terlihat dalam kegiatan Diskusi & Bedah Film “Tangguh” di Aula Lt. 4 UMB, Kamis (25/4/2019). Kegiatan diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMB, bekerjasama dengan Aliansi Indonesia Damai (AIDA). Film “Tangguh” sendiri adalah karya dokumenter AIDA yang mengangkat perjuangan para korban dan mantan pelaku terorisme menghadapi tantangan kehidupan. Acara Diskusi & Bedah Film “Tangguh” di UMB bertujuan untuk menyemai semangat ketangguhan generasi muda dengan mengambil inspirasi dari rekonsiliasi antara korban dan mantan pelaku terorisme.

Puluhan mahasiswa memadati ruangan Aula Lt. 4 Kampus UMB Jl. Palasari Kota Bandung sore itu. Mereka antusias mengikuti kegiatan untuk mendapatkan wawasan baru tentang perdamaian. Seorang mahasiswa mengatakan sebelum acara berlangsung bahwa ia tertarik untuk menonton Film “Tangguh” lantaran penasaran seperti apa kehidupan korban dan mantan pelaku terorisme.

Selama pemutaran film berlangsung, para peserta fokus menyimak. Sesekali tampak ekspresi sedih dari raut wajah mereka saat adegan yang mengisahkan korban ditampilkan. Kisah perjuangan lima orang korban bom melawan sakit dan menghadapi tantangan pascatragedi, mengaduk-aduk emosi para mahasiswa peserta Diskusi & Bedah Film “Tangguh”. Mereka adalah korban dari serangan teror Bom Bali 2002, Bom Hotel JW Marriott Jakarta 2003, dan Bom Kuningan 2004. Rekonsiliasi para korban dengan empat orang yang pernah terlibat dengan gerakan terorisme semakin memperkaya wawasan mahasiswa.

Usai pemutaran film, dua orang mahasiswa alumni Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Mahasiswa yang diselenggarakan AIDA di Bandung pada awal April 2019, menjadi fasilitator diskusi tentang film.

Sebagian peserta menyampaikan kesan setelah menonton Film “Tangguh”. Seorang mahasiswa mengatakan bahwa film tersebut memberikan pelajaran berharga untuk meningkatkan kesadaran akan nasib serta hak-hak para korban aksi kekerasan terorisme. Menurutnya, kelapangan hati korban untuk memaafkan kesalahan mantan pelaku menyadarkan akan pentingnya rekonsiliasi sesama anak bangsa demi terjaganya perdamaian di Tanah Air.

“Film ini sangat inspiratif. Bagi saya pribadi, momen saat terjadi rekonsiliasi antara korban dan mantan pelaku kekerasan, menyadarkan saya arti penting menjaga perdamaian. Saya mengapresiasi hadirnya film tersebut,” ujarnya.

Sebanyak 49 aktivis mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas menghadiri Diskusi & Bedah Film “Tangguh” di Kampus UMB. Mereka mengaku berkomitmen untuk merawat perdamaian dan menghindari paham kekerasan di kalangan mahasiswa. [FS]

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...