HomePublikasiNewsletterNewsletter Suara Perdamaian Edisi...

Newsletter Suara Perdamaian Edisi XXVI – Oktober 2020

Pembaca budiman, Suara Perdamaian kembali hadir mengabarkan perkembangan upaya pembangunan perdamaian yang melibatkan korban dan mantan pelaku terorisme, periode Juli-September 2020.

Sajian utama Edisi XXVI ini adalah laporan acara daring “Halaqah Alim Ulama: Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan Ibroh” yang digelar akhir September. Ratusan orang dari kalangan pengasuh majelis taklim, akademisi, dan pengurus ormas Islam di wilayah DIY dan Jawa Tengah aktif berpartisipasi. Kegiatan menghadirkan Menkopolhukam, Mahfud MD, Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, dan sosiolog Universitas Indonesia, Imam B. Prasodjo, sebagai pembicara.

Safari Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di 5 wilayah pada akhir Agustus juga dilaporkan. Kegiatan ini hasil kerja sama AIDA dan Direktorat Pembinaan SMA Kemdikbud. Di setiap wilayah, yaitu Surakarta, Cirebon, Klaten, Lampung, dan Bandung, kurang lebih 50 siswa dari 3 atau 4 sekolah menjadi peserta kegiatan. Korban dan mantan pelaku terorisme dihadirkan sebagai narasumber dengan harapan agar para siswa menggali nilai-nilai ketangguhan.

Acara kampanye perdamaian secara daring yang kurang lebih sama, yang diselenggarakan dengan melibatkan pelajar dari 5 sekolah di Semarang dan Kendal awal September lalu, juga tersaji. Sekolah yang berpartisipasi adalah SMAN 1 Kendal, SMAN 2 Kendal, SMAN 1 Gemuh, SMAN 1 Weleri, dan SMAN 3 Semarang. Secara keseluruhan, 262 siswa dari 5 sekolah tersebut mengikuti kegiatan ini. Menyusul kemudian di pekan ke-3 dan ke-4 bulan yang sama adalah safari Dialog Interaktif Virtual di 5 sekolah di wilayah Tasikmalaya. SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, dan SMAN 7 Tasikmalaya masing-masing mendelegasikan sekitar 50 siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Edisi ini juga memuat laporan acara Forum Mahasiswa Daring bertajuk “Diskusi dan Bedah Buku  La Tay`as: Ibroh dari Kehidupan Teroris & Korbannya” di 7 kampus yang dihelat Juli-September. Ketujuh kampus yang menggelar acara tersebut adalah Universitas Negeri Malang, Universitas Jember, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dan UIN Sunan Ampel.

Laporan Pelatihan Penguatan Perspektif Korban bagi Petugas Pemasyarakatan juga disajikan. Sebanyak 28 petugas dari Lembaga Pemasyarakatan di wilayah Jawa dan Sumatra, serta perwakilan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berpartisipasi aktif dalam acara daring yang digelar akhir September tersebut.

Suara Perdamaian juga memuat laporan acara Peringatan 16 Tahun Tragedi Bom Kuningan yang untuk pertama kalinya diselenggarakan secara daring. Para penyintas bersilaturhami serta saling menguatkan melalui acara yang diadakan pertengahan September itu.

Selembar tulisan curahan pengalaman sebagai penyintas Bom Bali 2002 dari I Gede Budiarta membuat edisi baru ini semakin berwarna.

Sebagai gong penutup, Edisi XXVI memuat wawancara dengan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti seputar penguatan dakwah yang dapat mendukung pembangunan perdamaian di Indonesia.

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...