Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
“Perasaan saya ketika dipertemukan dengan korban terorisme pasti takut, karena saya merasa bersalah,” ujar Choirul dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN 4 Samarinda, Kalimantan Timur yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Agustus 2024 silam.
Baca juga: Kisah Korban Memberikan Kekuatan Jiwa yang Luar Biasa
Choirul mengaku bahkan hingga beberapa kali pertemuannya dengan korban, dirinya masih merasa takut. Ia takut salah bicara dengan korban. “Ketika kita melakukan kesalahan pasti ada rasa takut. Itu normal. Tapi kita telah mengakui kesalahan,” tuturnya.
Selain merasa takut, Choirul juga mengaku takjub dengan korban terorisme. Ia takjub ketika korban bercerita bisa memaafkan pelaku atau mantan pelaku terorisme. Bagi Choirul, sikap korban tersebut sungguh luar biasa. “Itu luar biasa bagi saya,” ucap dia. [AS]
