Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu.
“Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar hutang saya dulu,” ujar Kurnia dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN 1 Samarinda, Kalimantan Timur yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Mei 2024 silam.
Kurnia mengatakan salah satu bahan kampanya perdamaian yang disampaikannya tentang narasi atau kisah korban terorisme. Ia mengaku telah menceritakan kisah korban kepada rekan-rekannya yang masih memiliki pemahaman ekstrem.
Baca juga: Kurnia Widodo Menjadi Pribadi Baru
“Kisah korban menjadi narasi buat saya sampaikan kepada rekan-rekan yang masih radikal. Jika mereka tertarik maka saya ceritakan narasi korbannya. Kisah korban akan mereka pikirkan,” tutur dia.
Dengan menjadi duta perdamaian, Kurnia mengunjungi sejumlah daerah di Indonesia. “Jadi saya semakin mencintai Indonesia yang luas dan beragam. Saya menjadi punya tanggung jawab untuk merawatnya, jangan sampai kita terpecah,” tegas Kurnia. [AS]
