Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja.
“Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme tidak melihat kita anak siapa dan latar belakang apa pun. Pemikiran kelompok ekstrem bisa mengenai siapa saja,” ujar dia dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN 8 Bogor, Jawa Barat yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), November 2023 silam.
Iskandar menjelaskan salah satu benih ekstremisme yaitu bersikap intoleran dan tidak bisa menerima perbedaan pendapat. Jika ada seorang yang berpikiran seperti itu, kata dia, bisa saja akan berkembang pada pemikiran yang lebih keras. Padahal dalam Islam perbedaan itu wajar dan sunnatullah.
Baca juga: Pelajar Perlu Mengenali Ciri Ekstremisme
Iskandar menegaskan pemikiran ekstrem tidak didapatkan di pondok pesantren. Berdasarkan pengalaman pribadinya, ia terpapar pemahaman ekstrem dari pergaulannya di luar pesantren. Menurutnya, pemahaman ekstrem lebih banyak berkembang di luar institusi pendidikan atau pesantren.
“Saya sendiri anak pondokan sejak kecil sudah di pondok. Kita tidak mendapatkan pemikiran seperti itu, justru saya dapatkan pemikiran seperti itu di luar pesantren yaitu pergaulan di luar pesantren,” tegas dia.
Pria yang akrab disapa Alex ini tak setuju jika ada aksi pengeboman lalu dikaitkan dengan pesantren. Menurutnya, sebagian besar narapidana kasus terorisme yang di penjara di Nusakambangan maupun tempat lainnya tidak memiliki latar belakang pesantren. Hanya hitungan jari saja yang berasal dari pesantren. [AS]
