Aliansi Indonesia Damai– Penyintas bom Bali 2002, Ni Luh Erniati mengajak generasi muda untuk terus menjaga perdamaian. Menurut dia perdamaian harus tetap dijaga karena perdamaian itu indah.
“Untuk bisa menjaga perdamaian diperlukan kesabaran. Kita harus mampu berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan orang lain dan berdamai dengan lingkungan,” ujar Ni Luh Erniati dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN 9 Bandar Lampung yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), November 2024 silam.
Baca juga: Perjuangan Berdamai dengan Diri Sendiri
Erni, begitu sapaan akrabnya, mengaku dirinya sudah mampu berdamai dengan diri sendiri. Ia tidak lagi mendendam dan marah kepada pelaku terorisme yang telah menewaskan suaminya, I Gede Badrawan, 12 Oktober 2002 silam. “Saya harus bisa memaafkan orang yang telah membuat saya menderita,” tandasnya.
Erni mengungkapkan kini dirinya bersama sejumlah mantan pelaku terorisme telah menjalin pertemanan untuk mengampanyekan perdamaian dan menjaga perdamaian. Ia mampu berteman dengan mantan pelaku terorisme karena dirinya tidak lagi mendendam dan marah kepada mereka.
“Ketika dendam di simpan dan marah tetap dijaga maka kemarahan tidak akan berakhir, kekerasan tak akan berakhir. Kita harus menghilangkan itu semua,” tandas Erni. [AS]
