Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku.
“Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada rasa kesal, ada rasa takut, kesal tapi takut. Saat itu saya menjaga jarak,” ujar dia dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN 7 Samarinda, Kalimantan Timur yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Agustus 2024 silam.
Pemuda yang akrab disapa Agung ini pun belajar dari rekan sesama penyintas yang sudah bisa berinteraksi dan berteman dengan mantan pelaku terorisme. Secara perlahan ia mencoba berinteraksi dan berbicara dengan mantan pelaku selama kegiatan AIDA.
Baca juga: Keikhlasan Penyintas Bom Kampung Melayu
“Akhirnya saya pelan-pelan belajar dan ngobrol dengan mantan pelaku. Ternyata mantan pelakunya sudah benar-benar bertobat. Jadi saya bisa dekat dan ngobrol terus dengan dia,” tutur Agung.
Saat ini Agung mengaku sudah tidak memiliki rasa takut lagi bertemu mantan pelaku terorisme. Bahkan, ia bersedia jika bertemu dengan mantan pelaku terorisme yang lainnya. “Saya sekarang sudah tidak khawatir dan kini sudah akrab dengan dia,” ujarnya. [AS]
