HomeBeritaPesan Ketangguhan Pelajar Makassar...

Pesan Ketangguhan Pelajar Makassar (Bag. 1)

Aliansi Indonesia Damai- Pertengahan Mei 2022, AIDA menggelar safari perdamaian di lima sekolah di Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan bertajuk Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” itu diselenggarakan di SMA Hang Tuah Makassar, SMAN 15 Makassar, SMAN 4 Makassar, SMAN 1 Makassar, dan SMAN 22 Makassar.

AIDA menghadirkan Tim Perdamaian yang terdiri dari unsur mantan pelaku terorisme dan penyintas terorisme sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Kedua pihak berbagi cerita dan pengalaman hidup kepada 50-an siswa di setiap sekolah. Melalui kisah itu, AIDA berharap generasi muda mengambil pembelajaran (ibroh) sebagai bekal ketangguhan menghadapi tantangan zaman.

Baca juga Dialog Korban Bom Kampung Melayu dengan Siswa SMKN 4 Makassar

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka menyampaikan pertanyaan maupun pernyataan kepada narasumber. Sebagian di antaranya membagikan pelajaran tentang nilai-nilai ketangguhan yang diperoleh dari kegiatan ini.

Siswi peserta kegiatan di SMA Hang Tuah Makassar, Kamis (19/05/2022), mengungkapkan, dirinya mengambil pembelajaran dari kisah penyintas terorisme. Pengalaman penyintas membuatnya lebih mengenal arti ketabahan, perdamaian, dan kesabaran. Menurut dia, kesabaran sangat penting dalam rangka membentuk pribadi yang tangguh menghadapi cobaan.

Baca juga Dialog Siswa SMA Hang Tuah Makassar dengan Penyintas Bom Bali

Siswi kelas XI tersebut pun mengakui ada perubahan dari segi pemikirannya. “Lebih menghargai orang lain dan berhati-hati memasuki organisasi agar tidak terjerumus dalam kelompok yang lain-lain,” ujarnya.

Pendapat siswi tersebut sejalan dengan pembelajaran yang didapatkan oleh peserta kegiatan di SMAN 15 Makassar, Jumat (20/05/2022). Dalam hematnya, komunitas dan pertemanan terkadang membuat seseorang terjerumus dalam hal kurang baik. “Saya kira kita harus memilih kelompok pertemanan, karena kadang menjerumuskan kita dalam hal-hal kurang baik,” katanya.

Baca juga Pesan Damai Siswa SMAN 22 Makassar

Peserta lain mengatakan, kegiatan ini mendorongnya untuk lebih perhatian kepada isu korban tindak kekerasan. “Setelah mengikuti kegiatan, tiba-tiba saya memiliki kemauan setelah dewasa nanti saya membuat semacam forum untuk menangani dan mendiskusikan kasus-kasus seperti ini,” ucapnya.

Siswi berjilbab tersebut pun menyampaikan pesan ketangguhan berupa kehati-hatian dalam menerima informasi yang provokatif. “Kita harus berhati-hati menerima informasi. Dan dalam berteman kita nggak tahu apakah dia bisa mengajak kita kepada kekerasan dan lain sebagainya,” katanya memungkasi. [MSH]

Baca juga Semangat Ketangguhan dari SMKN 4 Makassar

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Terorisme Nyata Adanya

Aliansi Indonesia Damai- Jika ada yang beranggapan terorisme itu konspirasi dan...

Belajar (Kembali) Menghormati Bahasa

Oleh Acep Iwan Saidi, Guru Besar Semiotika Fakultas Seni Rupa dan...

Beratnya Menyatukan Umat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal...

Terorisme Nyata Adanya

Aliansi Indonesia Damai- Jika ada yang beranggapan terorisme itu konspirasi dan rekayasa pemerintah, maka pernyataan tersebut tidak benar. Terorisme benar nyata adanya. Demikian dinyatakan Mulyono, penyintas korban bom Kuningan 2004 dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan...

Belajar (Kembali) Menghormati Bahasa

Oleh Acep Iwan Saidi, Guru Besar Semiotika Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 14 Oktober 2026 Pada usianya yang ke-98 tahun sejak dideklarasikan sebagai bahasa persatuan Indonesia melalui Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928), bahasa Indonesia menunjukkan sosok yang paradoks. Dari sisi...

Beratnya Menyatukan Umat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali mengaku mempraktikan persatuan antar umat Islam (ukhuwah baina al-muslimin) lebih sulit daripada ukhuwah baina al-mutadayyin (persaudaraan antarumat beragama). “Menyatukan umat Islam ini susah sekali. Di internal umat Islam memang banyak sekali masalah. Jadi menyatukan di...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Oktober 2026 Di sebuah ruangan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), dua remaja berbincang santai dengan kami para peneliti sosial BRIN yang sedang ingin menangkap permasalahan kenakalan remaja di era digital. Sebut...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau saya banyak dosa, masih ada-orang orang yang dosanya lebih banyak daripada saya”. Demikian ungkapan kemarahan yang pernah dialami Mulyono saat terdampak ledakan bom terorisme yang menghancurkan rahang dan melukai tubuhnya. Saat itu, 9 September 2004, bom...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara, sekadar bermimpi juara pun seakan mustahil. Persis di...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....