HomeBeritaKomitmen Generasi Muda Jaga...

Komitmen Generasi Muda Jaga Perdamaian

ALIANSI INDONESIA DAMAI- Di tengah maraknya kasus ujaran kebencian dan kekerasan yang mengatasnamakan agama, masih banyak generasi muda yang tekun menyuarakan perdamaian dan cinta kasih kepada sesama. Seruan para pemuda ini perlu terus didukung dan disebarluaskan untuk meredam propaganda kekerasan yang merongrong perdamaian di negeri ini.

Siswa-siswi SMAN 1 Pringsewu, Lampung adalah bagian dari generasi muda pecinta perdamaian. Para pelajar di sekolah ini menyadari bahwa generasi muda harus menjadi yang terdepan dalam memelihara perdamaian.

“Peran pemuda untuk perdamaian begitu besar. Saya sebagai remaja harus bisa memilih dan memilah pengetahuan dan ajaran-ajaran mana yang baik yang harus saya pahami, sehingga saya bisa menjalani kehidupan yang lebih tepat dan bermanfaat untuk ke depannya,” ujar seorang siswa SMAN 1 Pringsewu saat mengikuti kegiatan Dialog Interaktif bertema “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Jumat (9/11/2018).

Siswa SMAN 1 Pringsewu Setelah Mengikuti Dialog Interaktif Belajar Bersama Menjadi Generasi Damai. Foto: AIDA
Siswa SMAN 1 Pringsewu Setelah Mengikuti Dialog Interaktif Belajar Bersama Menjadi Generasi Damai. Foto: AIDA

Seorang siswa lainnya juga menyampaikan testimoni setelah berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) siang itu. Ia mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh banyak pembelajaran yang bermanfaat setelah menyimak pengalaman hidup dari korban dan mantan pelaku terorisme yang dihadirkan dalam Dialog Interaktif. “Banyak pembelajaran yang saya dapat dalam kegiatan ini. Salah satunya tidak membalas ketidakadilan dengan ketidakadilan,” katanya.

Senada dengan itu, seorang siswa lain menyatakan komitmennya untuk menolak pemahaman yang mengajarkan untuk merusak kedamaian Indonesia. “Setelah mengikuti kegiatan ini saya lebih berani untuk melawan paham-paham yang melenceng yang tidak sesuai dengan paham-paham yang benar. Kegiatan ini juga menambahkan rasa cinta saya kepada sesama, walaupun ada perbedaan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini perlu dilakukan di berbagai sekolah di pelosok Indonesia. Nilai-nilai perdamaian, kata dia, harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda, generasi penerus bangsa. “Kegiatan seperti ini sangatlah penting karena remaja Indonesia adalah generasi penerus bangsa yang memerlukan pembelajaran dan pengetahuan tentang perdamaian sehingga para remaja bisa menjadi pribadi yang tangguh dan berani,” jelasnya.

Siswa lainnya turut menyampaikan komitmen untuk menerapkan pengetahuan yang didapatkan kepada rekan-rekan sebayanya. Penegasannya adalah bahwa perdamaian begitu penting bagi kehidupan sehingga harus dijaga kelestariannya. “Saya akan menerapkan ilmu-ilmu yang saya peroleh dalam kegiatan ini, khususnya tentang perdamaian agar teman-teman saya bisa menghargai keberagaman di negeri ini,” tandasnya. [AH]

Most Popular

More from Author

Dialog Siswa SMAN 5 Surakarta dengan Mantan Ekstremis

Aliansi Indonesia Damai- AIDA melaksanakan Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi...

Generasi Muda Berkarakter Damai

Aliansi Indonesia Damai- Memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda bisa menjadi...

Dialog Siswa SMK Bhinneka Karya Surakarta dengan Mantan Napiter

Aliansi Indonesia Damai- Generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa harus...

Wawasan Perdamaian Sejak Dini

Aliansi Indonesia Damai- Kampanye perdamaian penting dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan, terutama...

Memilih Memaafkan daripada Membalas Dendam

Aliansi Indonesia Damai- Andi Dina Noviana, penyintas bom terorisme Thamrin 2016, mengaku memilih sikap untuk memaafkan pelaku/mantan pelaku terorisme daripada membalas dendam kepada mereka. Meski beberapa bagian tubuhnya terluka terkena ledakan bom di sebuah kedai kopi di Jalan Thamrin Jakarta Pusat, yang dilakukan jaringan terorisme pada 14...

Misi Perdamaian PBB Berhasil jika Dunia Berinvestasi di Dalamnya

Oleh Jean-Pierre Lacroix, Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Operasi Perdamaian Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 07 Juni 2026 Di masa ketika konflik semakin sering meluas melintasi batas negara, Am-Dafock—sebuah kota perbatasan terpencil yang dibangun di atas tanah rawa, berjarak dua jam dari Birao...

Keluarga Jadi Pendorong Utama Pertobatan

Aliansi Indonesia Damai- Bagi Choirul Ihwan, mantan pelaku terorisme, kasih sayang keluarga khususnya ibu menjadi titik awal kesadarannya untuk melepaskan diri dari jerat terorisme dan menanggalkan kekerasan serta bertobat kembali ke jalan perdamaian. Berdasarkan pengalaman pribadinya, ia bisa sembuh dari ekstremisme berkat perhatian dan kasih sayang keluarganya. “Kalau...

Membumikan Kembali Pancasila dalam Undang-Undang

Oleh Jimmy Zeravianus Usfunan, Dosen Hukum Tata Negara serta Ketua Pusat Studi Pancasila dan Kenegaraan, FH Universitas Udayana Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 01 Juni 2026 Sudah 81 tahun Pancasila diperkenalkan Sukarno dalam pidato 1 Juni 1945 sebagai respons atas pertanyaan, ”Apa dasar negara Indonesia jika...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...