HomeBeritaCerita Korban Saat Ledakan...

Cerita Korban Saat Ledakan Bom Sri Lanka

Aliansi Indonesia Damai- Serangkaian serangan bom bunuh diri yang masif di Sri Lanka pada perayaan Minggu Palem atau dua hari setelah Paskah, Minggu (21/4/2019) menyisakan duka bagi korbannya. Korban tewas akibat serangan bom di beberapa gereja dan hotel itu mencapai sedikitnya 253 orang. Sementara itu, korban luka mencapai 500 orang, berdasarkan laporan Kompas pada Rabu (24/4/2019). Serangan ini menjadi salah satu yang paling mematikan sepanjang tahun ini, dan mengingatkan warga global akan serangan pada perayaan Minggu Palem dua tahun sebelumnya di Mesir -di mana dua gereja koptik di Tanta dan Alexandria disasar bom hingga menyebabkan korban sedikitnya 44 jiwa.

Salah seorang korban bom di Sri Lanka, Matthew Linsey, menceritakan pada saat kejadian ia tengah makan di restoran Hotel Shangri-La Kolombo bersama dua anaknya, Amelie dan Daniel Linsey. Saat bom mengguncang, mereka bertiga masih bisa berlari keluar dari restoran. Namun demikian, hanya berselang beberapa langkah dari pintu restoran, sebuah ledakan lain menyentak. Matthew jatuh pingsan. Beberapa menit kemudian ketika ia mulai siuman, Matthew telah mendapati kedua anaknya tergeletak tak sadarkan diri. Ia berteriak meminta tolong.

“Situasinya kacau. Orang-orang berteriak panik. Saya tidak bisa membangunkan anak-anak,” kata Matthew menggambarkan keadaan. Beberapa orang membantu menggotong anak-anaknya ke dalam ambulans. Darah berlumuran di lantai. Keduanya dilarikan ke rumah sakit terdekat namun sayang, tak bisa terselamatkan. “Nyawa mereka tak tertolong,” tuturnya sebagaimana dilansir Tempo (29/4/2019).

Korban bom lainnya menceritakan kejadian teror di Gereja St. Anthony Kolombo. Ia merasakan saat itu seperti terjadi guncangan gempa yang besar. Kaca-kaca bangunan runtuh. “Rasanya seperti ada gempa. Semuanya berguncang dan berjatuhan,” ujar Vijaya Kumar, anggota jemaat yang mengikuti misa Paskah. Ia merasa beruntung karena posisinya ketika beribadah berada di dekat pintu sehingga berhasil lolos dari maut. “Saya beruntung berada di dekat pintu. Saya berlari karena takut,” ucapnya.

Ester, korban lain dalam kejadian di Gereja Sion Protestan di Batticaloa, mengatakan sejumlah jemaat merasa curiga dengan tersangka. Mereka mencoba membawa pelaku keluar gereja karena ditengarai tidak tampak terbiasa ke gereja. Namun, Pastor Ganeshamoorthy Thirumakaran menenangkan jemaat dan menyuruh pelaku masuk ke dalam gereja. Saat itulah si pelaku meledakkan diri. Sang Pastor selamat namun puteranya turut menjadi korban dari ledakan dahsyat itu. “Dia bukan orang yang terbiasa di gereja itu. Tapi saya memintanya duduk,” tutur Pastor sembari menangis tersedu-sedu setelah meletakkan jenazah puteranya.

Pelaku peledakan sendiri ditengarai dilakukan oleh kelompok militan lokal bernama National Tawheed Jamaath (NTJ). Sebagaimana diketahui, dari sembilan pelaku bom bunuh diri, seorang di antaranya adalah perempuan. Ia adalah istri dari salah seorang pelaku, yang memilih meledakkan diri bersama dua anak serta bayi di kandungannya saat rumah mereka diserbu aparat.

Kohesi Menguat

Meskipun terjadi sejumlah teror mematikan dan kuat dugaan para pelaku dari kelompok garis keras Islam, warga muslim di Sri Lanka tetap menunaikan shalat Jumat di masjid dengan aman. Menurut Reyyaz Salley, Ketua Masjid Dawatagaha Jumma Kolombo, umat muslim Sri Lanka tidak akan takut terhadap teror yang sengaja diciptakan para ekstremis untuk membuat ketakutan di kalangan masyarakat. “Kami mengirim pesan kepada teroris bahwa kami tak akan takut atau bisa dihalangi,” ujarnya.

Seusai shalat Jumat, umat muslim membentangkan spanduk kecaman dan menyampaikan solidaritas kepada umat Kristiani. Muslim moderat di Sri Lanka menunjukkan bahwa kelompok teroris tidak mewakili umat Islam di Sri Lanka. Komunitas minoritas muslim di Kolombo bahkan menawarkan masjid mereka untuk dijadikan tempat beribadah bagi saudara mereka umat Nasrani. “Masjid ini terbuka untuk ibadah misa anda.” Demikian isi tulisan dalam spanduk yang dibawa umat muslim dalam aksi.

Bukan Serangan Balasan

Secara terpisah, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, membantah dugaan bahwa penyerangan di Sri Lanka merupakan pembalasan atas penembakan di Christchurch pada 15 Maret 2019 lalu. Sebagaimana diketahui, penembakan brutal terhadap jamaah di dua masjid di Christchurch menewaskan 50 orang dan 34 cedera. PM Ardern memastikan negaranya akan menjadi pihak yang pertama kali tahu jika ada indikasi pembalasan atas aksi itu.

“Kami belum menerima informasi resmi atau laporan intelijen soal kekejaman di Sri Lanka. Kejadian itu masih pada tahap awal penyelidikan. Jadi, kami menunggu mereka dan belum punya apa pun untuk mendukung apa yang sudah dinyatakan,” kata Ardern dilansir Kompas (24/4/2019).

Keterangan Ardern diamini oleh sejumlah pihak yang menganggap serangan itu tidak terkait dengan pembalasan dendam. Pasalnya, serangan serumit itu yang terstruktur dan masif sulit direncanakan dalam waktu yang singkat. [AH]

Most Popular

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS,...

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Salah satu jasa besar pesantren dan ulama yaitu resolusi jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari untuk mewajibkan umat Islam untuk membela kemerdekaan Indonesia. “Ketika ada tentara sekutu yang ingin kembali ke Indonesia, padahal...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengajak umat Muslim Indonesia untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia. Menurut dia rasa syukur yang paling penting adalah kehidupan di negeri ini yang tenang dan damai. “Coba kita bandingkan dengan di Timur Tengah, ada tidak kedamaian, ada tidak...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah (berjuang atau mengerahkan segala kemampuan secara bersungguh-sungguh di jalan Allah Swt), tetapi bukan dengan terorisme. Berjihad fisabilillah dilakukan dengan menjalankan perintah Allah Swt. Demikian dinyatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak dalam pembukaan...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS, Ketua Bidang Komunikasi Publik MPKS PP Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Mediaindonesia.com yang terbit pada 26 Agustus 2026 Hari merdeka, Nusa dan bangsa, Hari lahirnya bangsa Indonesia, Merdeka… LAGU Hari Merdeka ciptaan Husein Mutahar ini secara lantang masuk dan keluar di...

Umat Islam Harus Bersatu

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak menyerukan umat Islam untuk bersatu menjadi ummatan wahidah, umat yang satu. Menurut dia, umat Islam harus bersatu dalam pemikiran maupun akidah. Dalam Islam ada hukum yang sifatnya wajib, ada yang sunnah, ada juga yang...

Umat Islam Diajak Memperkuat Persaudaraan

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak mengajak umat Islam untuk memperkuat persaudaraan. Menurut dia, saat ini persaudaraan di kalangan umat Islam sangat dibutuhkan. “Mari kita memperkuat persaudaraan dan persatuan. Umat Islam harus bersatu. Jika kita perhatikan sekarang persaudaraan itu dibutuhkan dan...

Mewaspadai Harapan Indonesia Emas 2045

Oleh Dewi Lusiana, Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Artikel berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Agustus 2026 Sebagaimana biasa, di tengah perayaan dan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, pembicaraan tentang Indonesia Emas 2045 kembali santer terdengar. Dalam sejumlah kesempatan, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan media...

AIDA Gelar Halaqah Alim Ulama di Medan

Aliansi Indonesia Damai- Sebanyak 117 tokoh agama dari kalangan pesantren, muballigh, dewan kemakmuran masjid, pengurus ormas Islam dan akademisi kampus Islam di Kota Medan, Sumatera Utara dan sekitarnya mengikuti Halaqah Alim Ulama bertajuk “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” Rabu (12/08/2026). Halaqah diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA)...

Merdeka dengan Jiwa Besar

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 18 Agustus 2026 Setelah delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka dari penjajahan, pertanyaan esensial masih menghantui kesadaran eksistensial: apakah bangsa ini telah sungguh-sungguh merdeka? Pertanyaan itu mengemuka bukan untuk mengecilkan makna Proklamasi, melainkan untuk menghormatinya....

Otak Sehat, Negara Kuat

Oleh Badrul Munir, Dosen dan Dokter Spesialis Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Bawijaya/RS Saiful Anwar Malang Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 13 Agustus 2026 Di bulan Agustus ini, negara kita akan memasuki hari ulang tahun ke-81. Tidak terasa kita sudah 81 tahun menjadi negara merdeka. Bila dilihat...

Republik yang Belum Selesai

Oleh Darwin Darmawan, Sekretaris Umum PGI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 12 Agustus 2026 Delapan puluh satu tahun lalu, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Mereka juga memilih bentuk negara yang akan menjadi rumah bersama: Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bukan kerajaan. Bukan kesultanan. Melainkan republik. Kata...

Kisah Perjuangan Penyintas (Bag. 2), Mata Palsu dan Kebangkitannya

Setahun usai kembali bekerja, Sudirman merasa telah bangkit dari keterpurukan. Dia juga merasa ujian hidupnya sudah selesai. Rupanya, setahun pasca kejadian kelam tersebut, dia mengeluhkan sakit yang luar biasa di mata kirinya. Rasa itu disertai pembengkakan dan air mata yang terus mengalir. Hasil pemeriksaan dokter sungguh mengejutkan....