HomeBeritaKesaksian Korban Teror di...

Kesaksian Korban Teror di Dekat RS Kanker di Kairo

Aliansi Indonesia Damai- Terorisme sungguh kejahatan terhadap kemanusiaan. Ia menyasar apa dan siapa saja, tak peduli siapa korbannya dan di mana aksinya. Tempat ibadah, sekolah, pusat perbelanjaan, atau rumah sakit sekali pun tidak terlepas dari ancaman serangan teror.

Insiden kecelakaan mobil yang memicu ledakan bom terjadi di luar gedung Institut Kanker Nasional di Kairo, Mesir, Minggu (4/8) malam. Pihak pemerintah menyebutkan setidaknya 20 orang meninggal dunia dan 47 lainnya luka-luka.

Dalam sebuah laporan pada Senin (5/8), Kementerian Dalam Negeri Mesir mengonfirmasi bahwa sumber ledakan berasal dari sebuah mobil pembawa bom yang melaju melawan arah di Jalan Corniche di bantaran Sungai Nil. Mobil tersebut menabrak tiga kendaraan lain sebelum meledak hingga menyebabkan kebakaran hebat di luar rumah sakit (RS) kanker terbesar di Mesir itu.

Para korban menceritakan kesaksian mereka terhadap tragedi tengah malam itu ke beberapa media.

Baca juga Tangis Korban Bom Sri Lanka

“Langit-langit rumah sakit berjatuhan saat saya mencoba keluar dari ruangan saya,” Mahmoud el-Sayed, seorang pasien RS kanker tersebut, mengatakan seperti dilaporkan ABC.

Saksi lainnya, Nabaweya el-Sayed, dari Provinsi Fayoum, mengatakan kepada 7Dnews, “Saya sedang mengantre dengan putra saya untuk pengobatan kankernya di lobi Institut Kanker Nasional saat ledakan itu terdengar. Setelah ledakan, saya tarik anak saya lalu lari menuju pintu masuk utama tapi di sana kebakaran jadi saya lewat pintu samping.”

Nermat al-Awady, yang datang dari Minya untuk memeriksakan anaknya di RS tersebut juga menjelaskan kesaksiannya. “Saya sedang menunggu untuk memakai kamar mandi di dalam RS sekitar pukul setengah satu dini hari saat saya dengar ledakan keras,” katanya. Ia menambahkan, “Saya lihat potongan-potongan tubuh dan banyak darah. Di dalam RS terjadi kepanikan. Wanita dan anak-anak berteriak dan berlarian. Tangga-tangga RS disesaki banyak orang, jadi begitu sulit untuk lari,” paparnya seperti dilansir The Guardian.

Kebakaran yang terjadi setelah mobil meledak. Dok. The Guardian

Saksi lain, Ismail Ahmed, mengatakan kepada 7Dnews bahwa ia mengkhawatirkan kondisi anaknya akibat serangan teroris itu. “Saat saya lari ke jalan, saya lihat mobil-mobil yang bertabrakan itu terbakar. Saya tidak tahu sekarang apa yang akan terjadi. Karyawan-karyawan di sini mengatakan kami akan dipindah ke RS lain. Saya berharap ini segera karena anak saya sangat kesakitan,” kata dia.

Menyikapi kejadian itu, Kementerian Kesehatan Mesir menyediakan 42 ambulan untuk membantu korban yang mengalami luka-luka, termasuk 4 orang korban yang belum bisa diidentifikasi. Para korban tersebut tengah mendapatkan penanganan secara khusus. Pihak kementerian mengatakan dari 47 korban luka, sebagian mengalami luka bakar dan patah tulang.

Video-video yang tersebar terkait kejadian itu menunjukkan bagaimana para warga membantu mengevakuasi orang-orang yang menjadi korban, termasuk berusaha mengeluarkan penumpang dari mobil-mobil yang terlibat insiden. 

Presiden Abdelfattah Elsisi melalui akun resmi Twitter-nya, @AlsisiOfficial, mengucapkan belasungkawa mendalam kepada rakyat Mesir serta keluarga korban yang disebutnya “syahid” dari serangan pengecut itu. Mesir, lanjutnya, dengan segala institusinya akan tegas menumpas terorisme hingga ke akar-akarnya. [FS]

Baca juga Cerita Korban Saat Ledakan Bom Sri Lanka

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Menghargai Toleransi

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id...

Petugas Lapas Harus Mampu Deteksi Dini WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Sebagai “dokter” yang baik, petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas)...

Bisikan Hati*

Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016 Oktober… Bagiku...

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bukan dengan Pengeboman

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian masyarakat atau kelompok yang keliru dalam...

Menghargai Toleransi

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Maret 2026 Toleransi bukan menyamakan yang berbeda dan atau membedakan hal yang sama. Toleransi ialah menerima kenyataan di dalam hidup bahwa perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan. Kelompok liberal cenderung berlebihan untuk memaksakan persamaan...

Petugas Lapas Harus Mampu Deteksi Dini WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Sebagai “dokter” yang baik, petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) harus mampu melakukan deteksi dini terhadap perilaku dan paham keagamaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Ali Fauzi Manzi saat menjadi narasumber Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme Bagi Pembimbing Kemasyarakatan Balai...

Bisikan Hati*

Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016 Oktober… Bagiku adalah bulan penuh cerita Derita, duka, dan air mata Cintaku, harapanku… Hangus terbakar api angkara Lenyap terkubur abu nestapa Kini kudatang di pusaramu Kupandang indah ukiran namamu Kupanjatkan doa untukmu Dan segenap bayangmu pun datang menghampiriku Ingin aku mendekapmu di pelukku Meski tak kuasa tanganku...

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bukan dengan Pengeboman

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian masyarakat atau kelompok yang keliru dalam memahami dan mempraktikan amar ma’ruf nahi munkar. Mereka mengkategorikan amar ma’ruf nahi munkar dalam ushuluddin dan hukumnya fardhu ain. “Amar ma’ruf nahi munkar dibelokkan dengan kekerasan, bahkan sampai pengeboman. Padahal hukum amar ma’ruf nahi munkar adalah fardhu...

Penataan Ruang Digital untuk Generasi Masa Depan

Oleh Ikhsan Darmawan, Ketua Klaster Riset Teknologi dan Politik, Departemen Ilmu Politik, FISIP Universitas Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 27 Maret 2026 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, atau biasa disebut dengan PP Tunas, akan mulai diterapkan mulai 28 Maret 2026. Kementerian Komdigi juga telah...

Harmoni antara Agama dan Pancasila

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 18 Maret 2026 Agama dan Pancasila ibarat dua sejoli yang saling menguatkan satu sama lain. Agama dan Pancasila harus sama-sama memberikan pencerahan terhadap segenap warga bangsa tanpa kecuali. Agama dan Pancasila tidak bisa diperhadap-hadapkan satu sama lain....

Idul Fitri, Kohesi Sosial dan Masalah Kenegaraan

Oleh Saratri Wilonoyudho, Guru Besar Universitas Negeri Semarang Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 20 Maret 2026 Idul Fitri menjadi momen saling memaafkan karena esensinya adalah kembali kepada kesucian setelah Ramadhan. Islam menekankan bahwa setelah sebulan berpuasa dengan menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah, seorang Muslim diharapkan lahir kembali...

Lebih Tangguh dengan Pengalaman Ramadan

Umat Islam di seluruh dunia kembali merayakan Idul Fitri, setelah menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 H. Selama sebulan penuh, kaum muslimin melakukan sahur, puasa, buka puasa (iftar), tarawih, dan pengajian/majelis ilmu. Umat Islam meyakini bahwa dengan melaksanakan berbagai ibadah tersebut, mereka akan mendapatkan ampunan, rahmat dan kemenangan...

Idul Fitri, Nyepi, dan Kerukunan Umat Beragama

Oleh M Zainuddin, Guru Besar Sosiologi Agama Program Pascasarjana UIN Maliki Malang, Chairman of Yasmine Institute Artikel ini diterbitkan Kompas.id pada 19 Maret 2026 Pada hari Kamis, 19 Maret 2026, umat Hindu memperingati Hari Suci Nyepi dan pada hari yang (mungkin) bersamaan umat Islam juga akan merayakan Idul Fitri....

Ciri-ciri Umum Kelompok Radikal

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini dipublikasikan di Kompas.id pada 15 Maret 2026 Salah satu yang sering mengganggu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah munculnya apa yang sering disebut sebagai kelompok radikal. Kelompok ini selalu berusaha untuk memanfaatkan setiap momen untuk menampilkan tujuan-tujuan ideologisnya, misalnya dengan...

Santri Diajak Menebarkan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten Ismail Siddiqie mengajak santri-santrinya untuk menebarkan kedamaian dimana pun. Menurut dia, jika tercipta kedamaian maka aktivitas pengajian, sekolah, ibadah, bekerja, dan kehidupan sosial dalam kondisi aman dan nyaman. Ajakan tersebut disampaikan Ismail saat mengisi Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh...

Iqra’ Literasi Kritis untuk Memahami Situasi Bangsa

Oleh Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina Artikel ini telah diterbitkan di Kompas.id pada 07 Maret 2026 Iqra’ adalah kata pertama yang turun dalam wahyu kepada diri Nabi Muhammad SAW empat belas abad yang lalu. Perintah membaca ini termaktub dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 dan kemudian menjadi fondasi...