Home Berita Kesaksian Korban Teror di Dekat RS Kanker di Kairo
Berita - 09/08/2019

Kesaksian Korban Teror di Dekat RS Kanker di Kairo

Aliansi Indonesia Damai- Terorisme sungguh kejahatan terhadap kemanusiaan. Ia menyasar apa dan siapa saja, tak peduli siapa korbannya dan di mana aksinya. Tempat ibadah, sekolah, pusat perbelanjaan, atau rumah sakit sekali pun tidak terlepas dari ancaman serangan teror.

Insiden kecelakaan mobil yang memicu ledakan bom terjadi di luar gedung Institut Kanker Nasional di Kairo, Mesir, Minggu (4/8) malam. Pihak pemerintah menyebutkan setidaknya 20 orang meninggal dunia dan 47 lainnya luka-luka.

Dalam sebuah laporan pada Senin (5/8), Kementerian Dalam Negeri Mesir mengonfirmasi bahwa sumber ledakan berasal dari sebuah mobil pembawa bom yang melaju melawan arah di Jalan Corniche di bantaran Sungai Nil. Mobil tersebut menabrak tiga kendaraan lain sebelum meledak hingga menyebabkan kebakaran hebat di luar rumah sakit (RS) kanker terbesar di Mesir itu.

Para korban menceritakan kesaksian mereka terhadap tragedi tengah malam itu ke beberapa media.

Baca juga Tangis Korban Bom Sri Lanka

“Langit-langit rumah sakit berjatuhan saat saya mencoba keluar dari ruangan saya,” Mahmoud el-Sayed, seorang pasien RS kanker tersebut, mengatakan seperti dilaporkan ABC.

Saksi lainnya, Nabaweya el-Sayed, dari Provinsi Fayoum, mengatakan kepada 7Dnews, “Saya sedang mengantre dengan putra saya untuk pengobatan kankernya di lobi Institut Kanker Nasional saat ledakan itu terdengar. Setelah ledakan, saya tarik anak saya lalu lari menuju pintu masuk utama tapi di sana kebakaran jadi saya lewat pintu samping.”

Nermat al-Awady, yang datang dari Minya untuk memeriksakan anaknya di RS tersebut juga menjelaskan kesaksiannya. “Saya sedang menunggu untuk memakai kamar mandi di dalam RS sekitar pukul setengah satu dini hari saat saya dengar ledakan keras,” katanya. Ia menambahkan, “Saya lihat potongan-potongan tubuh dan banyak darah. Di dalam RS terjadi kepanikan. Wanita dan anak-anak berteriak dan berlarian. Tangga-tangga RS disesaki banyak orang, jadi begitu sulit untuk lari,” paparnya seperti dilansir The Guardian.

Kebakaran yang terjadi setelah mobil meledak. Dok. The Guardian

Saksi lain, Ismail Ahmed, mengatakan kepada 7Dnews bahwa ia mengkhawatirkan kondisi anaknya akibat serangan teroris itu. “Saat saya lari ke jalan, saya lihat mobil-mobil yang bertabrakan itu terbakar. Saya tidak tahu sekarang apa yang akan terjadi. Karyawan-karyawan di sini mengatakan kami akan dipindah ke RS lain. Saya berharap ini segera karena anak saya sangat kesakitan,” kata dia.

Menyikapi kejadian itu, Kementerian Kesehatan Mesir menyediakan 42 ambulan untuk membantu korban yang mengalami luka-luka, termasuk 4 orang korban yang belum bisa diidentifikasi. Para korban tersebut tengah mendapatkan penanganan secara khusus. Pihak kementerian mengatakan dari 47 korban luka, sebagian mengalami luka bakar dan patah tulang.

Video-video yang tersebar terkait kejadian itu menunjukkan bagaimana para warga membantu mengevakuasi orang-orang yang menjadi korban, termasuk berusaha mengeluarkan penumpang dari mobil-mobil yang terlibat insiden. 

Presiden Abdelfattah Elsisi melalui akun resmi Twitter-nya, @AlsisiOfficial, mengucapkan belasungkawa mendalam kepada rakyat Mesir serta keluarga korban yang disebutnya “syahid” dari serangan pengecut itu. Mesir, lanjutnya, dengan segala institusinya akan tegas menumpas terorisme hingga ke akar-akarnya. [FS]

Baca juga Cerita Korban Saat Ledakan Bom Sri Lanka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *