HomePublikasiNewsletterNewsletter Suara Perdamaian Edisi...

Newsletter Suara Perdamaian Edisi XXXIV – Oktober 2022

Jaya perdamaian Indonesia!

Suara Perdamaian kembali menyapa insan damai di negeri tercinta untuk melaporkan kerja-kerja pembangunan perdamaian yang melibatkan korban dan mantan pelaku terorisme selama triwulan terakhir, dari Juli hingga September 2022.

Tahun ini genap 20 tahun kita menjadi saksi terjadinya tragedi terorisme terbesar dalam sejarah bangsa. Hati dan pikiran kita tentu larut bersama kepedihan rasa yang dialami para korban. Namun kini masanya untuk bangkit menjadi lebih kuat dan semakin berdaya! Teriring doa kepada para korban yang telah tiada, semoga perdamaian di Tanah Air terus lestari!

Edisi XXXIV ini menampilkan Pelatihan Tim Perdamaian di Pontianak, Kalimantan Barat di muka. Dalam kegiatan tersebut, lima orang penyintas aksi teror bom serta dua orang mantan pelaku yang telah bertobat saling mengupayakan terjalinnya islah di antara mereka. Dengan bersatu menjadi sebuah tim, korban dan mantan pelaku diharapkan semakin kuat melampaui tantangan kehidupan serta mampu menyuarakan perdamaian kepada khalayak luas.

Korban dan mantan pelaku yang telah berekonsiliasi kemudian menyampaikan pesan-pesan perdamaian dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di lima sekolah menengah tingkat atas di kota yang sama, Bumi Khatulistiwa.

Guratan pena dari Kadek Widiadnyana, penyintas Bom Bali I 2002, disuguhkan di halaman 3 nawala ini.

Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme bagi Petugas Lapas Cipinang di Jakarta dilaporkan di Halaman 4 dan 5. Kegiatan diikuti oleh 36 petugas pemasyarakatan yang membina narapidana kasus terorisme di sejumlah lembaga pemasyarakatan di DKI Jakarta.

Edisi ini juga mengetengahkan laporan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Mahasiswa di Padang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Seminar Sehari: Halaqah Perdamaian bertajuk “Belajar dari Kisah Korban dan Mantan Pelaku Terorisme” yang diselenggarakan sebulan sebelumnya. Sebanyak 34 aktivis mahasiswa dari 8 perguruan tinggi di Sumatera Barat terlibat aktif dalam kegiatan.

Roadshow kegiatan Diskusi Interaktif dengan tajuk “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di 40 sekolah di 8 wilayah turut dilaporkan. Kedelapan wilayah tersebut adalah Surakarta, Indramayu, Cirebon, Tangerang Selatan, Bandung, Dompu, Malang, dan Surabaya. AIDA mengajak secara keseluruhan 3028 pelajar SMA/sederajat di kota-kota tersebut untuk memupuk ketangguhan diri dalam menghadapi berbagai tantangan.

Pada halaman ke-12, dilaporkan pelaksanaan acara Pengajian dengan tema “Menyerap ‘Ibroh dari Kehidupan Mantan Pelaku Terorisme dan Korbannya” di Riau.

Pungkasan, Suara Perdamaian menampilkan petikan wawancara dengan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, seputar isu pesantren dan pembangunan perdamaian.

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....

Pentingnya Peran Ulama di Ruang Digital Gen Z

Aliansi Indonesia Damai- “Di era digital saat ini, para ulama dituntut untuk melakukan dakwah online guna membekali anak-anak kita, generasi Z dan milenial, demi meneguhkan kembali dakwah Islam Wasathiyah.” Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. M. Cholil Nafis, saat menjadi pembicara kunci...

AIDA Gelar Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Medan

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menyelenggarakan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Medan, Sumatera Utara pada 16-17 September 2026. Pelatihan digelar sebagai tindak lanjut dari Halaqah Alim Ulama: “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang telah diselenggarakan di Medan pada 12 Agustus 2026 lalu. Pelatihan dimaksudkan...

Tantangan Arus Informasi Global bagi Petugas Pemasyarakatan

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo mengingatkan petugas pemasyarakatan terhadap tantangan arus informasi di era digital. Menurut dia, saat ini masyarakat berada dalam pusaran interaksi global dimana gelombang informasi melimpah ruah hanya dalam genggaman tangan. Imam mengatakan dampak dari banjir informasi global sangat nyata terhadap...

Membangun Kohesi Sosial Melalui “Seni Bercinta”

Aliansi Indonesia Damai- Kunci keberhasilan pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme terletak pada kemampuan menyentuh hati mereka guna membangun hubungan yang konstruktif. Demikian disampaikan sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme bagi Petugas Pemasyarakatan yang diselenggarakan...

Pentingnya Peran Multitasking dan Seni Berinteraksi

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia, Imam B. Prasodjo menekankan pentingnya peran multitasking dan seni berinteraksi bagi petugas pemasyarakatan dalam menangani warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme. Para petugas di lapangan menghadapi beban berat dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, petugas lapas setiap hari harus menghadapi ratusan, bahkan ribuan...

Bambang Sugianto: Pendekatan Humanis dan Sentuhan Keluarga

Aliansi Indonesia Damai– Pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme perlu dilakukan dengan pendekatan humanis dan memberikan sentuhan kepada keluarga mereka. Untuk melakukan hal tersebut, metode komunikasi informal sangatlah penting. Demikian dinyatakan Wali Pemasyarakatan narapidana teroris (Wali napiter) senior, Bambang Sugianto, saat menjadi pemateri Pelatihan Penguatan Perspektif...

Petugas Lapas Wajib Menguasai Profiling

Aliansi Indonesia Damai– Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang berinteraksi langsung dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme diwajibkan untuk menguasai kemampuan profiling sebelum melakukan asesmen resmi. Hal ini bertujuan agar proses penilaian kebutuhan, penempatan, dan risiko terhadap WBP kasus terorisme berjalan lebih akurat dan tepat sasaran. Pernyataan tersebut...

Ikhtiar Mematahkan Ideologi Ekstrem di Balik Jeruji Besi

Oleh Laode Arham, Pegiat HAM dan Perdamaian, Alumni Pascasarjana Kriminologi Universitas Indonesia Dinding-dinding tinggi Lembaga Pemasyarakatan (lapas) kini bukan lagi sekadar tempat menjalani hukuman atau penebusan dosa. Di era ini, lapas telah bertransformasi menjadi wadah pemulihan kemanusiaan—sebuah tempat di mana integrasi hidup dan perlindungan masyarakat dirajut...