Aliansi Indonesia Damai- Mantan kombatan konflik Ambon dan Poso, Iswanto mengaku pernah mengalami kebimbangan apakah berhenti atau terus berada dalam jaringan kelompok ekstrem dan bergelut dengan aksi kekerasan. Hal itu dikarenakan dua gurunya memberikan instruksi yang berbeda.
“Tahun 2004 saya dipanggil guru saya yang ditahan di rutan Polda Metro Jaya yang meminta saya agar tidak melanjutkan. Tapi guru saya yang lain yang ditahan di Bali meminta saya untuk terus melanjutkan. Jadi saat itu saya sempat mengalami kebimbangan untuk melanjutkan atau tidak,” ujar Iswanto saat menjadi narasumber kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMKN 4 Balikpapan yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Februari 2023 lalu.
Di tengah kebimbangan tersebut, Iswanto memutuskan untuk melanjutkan pendidikan atau bersekolah lagi. Menurut dia, keputusan tersebut diambil sebagai jalan terbaik. Ia mengikuti pendidikan Kejar Paket C (program pendidikan nonformal setara SMA untuk mendapatkan ijazah resmi yang diakui negara). Lalu ia pun melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.
Baca juga: Kisah Pertobatan Eks-Kombatan, Iswanto
“Ketika saya melanjutkan sekolah dan aktivitas lainnya, lambat laun mulai hilang untuk tidak terlibat atau ikut dalam kelompok ekstrem,” tutur Iswanto.
Iswanto mengungkapkan tekadnya menanggalkan kelompok dan pemikiran ekstrem semakin kuat ketika dipertemukan dengan korban terorisme yang difasilitasi AIDA. Menurut dia, ketika bertemu dan mendengarkan kisah korban, dirinya mulai luluh dan tidak berpikir untuk kembali ke kelompok masa lalunya.
“Dengan cerita korban, di situ saya berpikir bahwa ini semua terjadi dan menimpa mereka padahal mereka tidak bersalah apa-apa. Sebelum dipertemukan dengan korban, saya masih tidak tahu dampaknya,” ujar dia.
Baca juga: Mengajak Kembali ke Jalan Perdamaian
Ketika meninggalkan kelompok masa lalunya, ia mendapatkan cemooh dan tidak disukai rekan-rekannya dahulu. Namun baginya hal tersebut bukanlah masalah dan bisa diterimanya. “Saya punya prinsip mereka tidak suka sama saya tidak masalah, yang penting keluarga saya sudah bisa menerima saya, termasuk masyarakat sekitar,” tegasnya. [AS]
