Beberapa saat forum terasa hening, hanya dua orang yang berbincang interaktif. Seorang yang duduk membeberkan beberapa permasalahannya, dari persoalan pribadi dalam keluarga atau pekerjaan, hingga permasalahan dalam organisasi Yayasan Penyintas Indonesia (YPI). Orang yang berdiri mendengarkan dan mencoba menawarkan solusi yang tepat.
Suasana tersebut muncul dalam kegiatanWorkshop Penguatan Psikososial Penyintas Terorisme yang diselenggarakan oleh Aliansi Indonesia Damai (AIDA) di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Sabtu (7/5/2016). Sosok yang berdiri ialah pakar psikologi dari Yayasan Pulih, Kristi Poerwandari. Sementara yang duduk adalah peserta workshop, pengurus YPI dari Jakarta dan Bali.
Dalam kegiatan bertema “Menuju Hidup yang Lebih Bahagia dan Berdaya” itu, Kristi berulang kali membuka kesempatan kepada 12 orang peserta
