HomeBeritaKisah Korban Inspirasi Ketangguhan...

Kisah Korban Inspirasi Ketangguhan Kalangan Muda

Aliansi Indonesia Damai- Kisah ketangguhan korban terorisme mengarungi hidup dengan segala keterbatasan, seperti kehilangan sebagian anggota tubuh, pekerjaan, trauma, dan bahkan ada yang harus rela kehilangan orang terkasih, menjadi inspirasi bagi kalangan muda di Indonesia. Di tengah-tengah keterbatasan itu, tak sedikit para penyintas yang bangkit dari keterpurukan dan memilih menebar perdamaian untuk generasi muda.

Salah satunya adalah Reni Agustina Sitania, seorang korban tidak langsung dari ledakan bom di Jl. HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan pada 9 September 2004. Ia kehilangan kakak kandungnya, Martinus Sitania, akibat aksi teror tersebut. Pekan lalu dalam sebuah acara kampanye perdamaian yang diselenggarakan AIDA, Reni berbagi inspirasi ketangguhan kepada pelajar SMAN 4 Probolinggo. Dalam acara bertajuk “Dialog Interaktif: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh”, ia menceritakan bahwa meskipun cobaan hidup sangat berat namun harus tetap berjuang dengan gigih.

Reni memang kehilangan kakak yang juga menjadi tulang punggung keluarganya, namun seiring waktu ia menyadari bahwa ia harus ikhlas agar bisa bangkit dari musibah. Kepergian sang kakak telah ia terima sebagai bagian dari kehendak Tuhan. Ia juga telah menerima permohonan maaf dari orang-orang yang pernah terlibat aksi terorisme.

Dalam kegiatan Dialog Interaktif tersebut, seorang mantan pelaku terorisme yang telah bertobat juga dihadirkan. Namanya Kurnia Widodo. Ia pernah bergabung dengan kelompok teroris sebelum akhirnya sadar dan meninggalkan dunia kekerasan. Kurnia menceritakan bahwa pertemuannya dengan korban menjadi salah satu faktor ia keluar dari kelompok ekstrem. Ketika AIDA pertama kali mempertemukannya dengan seorang korban, Kurnia merasa terenyuh di dalam hatinya. Ia mendengar kisah demi kisah dan merasakan penderitaan korban yang begitu pedih, sehingga ia merasa iba dan berempati.

Baca juga “Bukan karena Teroris Kakakmu Nggak Ada”

“Saya mendengarkan bagaimana penderitaan mereka yang timbul dari aksi terorisme. Mata saya sampai berkaca-kaca mendengar kisah mereka. Saya langsung meminta maaf meskipun saya sendiri tidak terlibat dalam aksi teror yang mengenai mereka,” kata Kurnia.

Dalam kegiatan Dialog Interaktif di SMAN 4 Probolinggo, Kurnia mengulang permohonan maafnya kepada Reni. Gayung bersambut, Reni pun memaafkannya seperti yang pernah dilakukannya saat dahulu pertama kali berinteraksi dengan Kurnia dalam sebuah kegiatan AIDA di Serang pada Januari 2019.

Kini, Reni sebagai representasi korban terorisme, dan Kurnia sebagai seorang mantan pelaku, telah berdamai dengan masa lalu masing-masing. Keduanya kini bersatu dan saling melengkapi dalam mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat, termasuk kalangan muda.

Antusiasme tinggi ditampakkan 50 siswa SMAN 4 Probolinggo yang mengikuti Dialog Interaktif. Selain aktif berpartisipasi dalam setiap sesi acara Dialog Interaktif, mereka juga tampak serius menyimak penuturan kisah korban dan mantan pelaku.

Baca juga Kisah Korban Inspirasi Ketangguhan Siswa di Probolinggo

Salah seorang peserta mengaku dapat mengambil pelajaran dari kisah keduanya, yakni tentang empati terhadap orang lain. Baginya, kisah penyintas adalah inspirasi untuk menebar perdamaian, minimal di lingkungan sekolahnya. “Saya lebih mawas diri dan bisa lebih peduli dengan perasaan orang,” kata siswi berkacamata tersebut.

Peserta lainnya, menuturkan bahwa kegiatan Dialog Interaktif: “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” menambah wawasannya mengenai ajaran agama. Menurutnya, generasi muda penting memahami hal itu agar tidak mudah terbujuk paham keagamaan yang mengajarkan kekerasan. Selain itu, ia semakin sadar pentingnya berpikir kritis terhadap penyebaran informasi, khususnya di media sosial. Ia pun berpesan kepada teman-temannya agar mampu berpikir positif dan kritis.

“Bagi teman-teman yang tidak mengikuti kegiatan ini, saya mohon untuk lebih kritis lagi jika menerima sesuatu paham, tapi tetap juga berpikir positif terhadap sesuatunya juga,” ujarnya.

Direktur AIDA, Hasibullah Satrawi, pada akhir kegiatan itu menyimpulkan bahwa ada pesan ketangguhan dari kisah Kurnia dan Reni. Menurutnya, ‘generasi tangguh’ yang dimaksud dalam tema acara Dialog Interaktif adalah kalangan muda yang mampu menyelesaikan masalah. Generasi tangguh bukanlah orang yang tidak mempunyai masalah, namun mereka yang berani menghadapi masalah dan mencoba memecahkannya, bukan malah lari darinya.

“Generasi tangguh adalah orang yang menyelesaikan masalahnya. Jangan pernah kita membalas ketidakadilan dengan ketidakadilan yang lain, karena akan melahirkan ketidakadilan yang baru. Ketidakadilan balaslah dengan keadilan,” katanya. [MSH]

Baca juga Pesan Terakhir Ayah Kepada Sang Anak

Most Popular

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Meningkatkan Kompetensi Petugas Lapas Membina WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Pagi yang cerah di barat tugu Yogyakarta. Sebanyak...

Misi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Oleh Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Artikel ini berasal dari...

Ulama Dahulu Bijak Mendakwahkan Islam

Aliansi Indonesia Damai- Para ulama terdahulu bersikap bijak dalam menyebarkan atau...

Berjihad untuk Hidup di Jalan Allah

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat...

Meningkatkan Kompetensi Petugas Lapas Membina WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Pagi yang cerah di barat tugu Yogyakarta. Sebanyak 25 petugas pemasyarakatan dari sejumlah UPT Lembaga Pemasyarakatan (lapas) di pulau Jawa mengikuti Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme bagi Petugas Pemasyarakatan yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan...

Misi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Oleh Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 13 September 2026 Para pendiri Indonesia sungguh bijaksana dan visioner. Mereka merumuskan misi yang harus dilakukan sebagai kewajiban konstitusional pemerintahan Republik Indonesia untuk terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Satu di...

Ulama Dahulu Bijak Mendakwahkan Islam

Aliansi Indonesia Damai- Para ulama terdahulu bersikap bijak dalam menyebarkan atau mendakwahkan ajaran Islam. Mereka mampu mengambil jalan tengah dan bijak terhadap kondisi masyarakat saat itu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama...

Berjihad untuk Hidup di Jalan Allah

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali mengajak umat Islam untuk berjihad tidak dengan melakukan aksi terorisme atau bom bunuh diri. “Gamal al-Banna menyatakan jihad hari ini bukan untuk mati di jalan Allah tapi untuk hidup...

22 Tahun yang Penuh Berkah

Oleh Nanda Olivia Daniel, Penyintas Bom Kuningan 9 September 2004. Sejak menjadi korban bom begitu banyak berkah yang sudah Allah kasih buat saya dan keluarga saya. Mulai dari bantuan pengobatan dari Kedutaan Besar Australia, ini yang paling nyata manfaatnya yang bisa saya rasakan langsung. Dan kemudian menyusul...

Literasi Relasi Melawan Radikalisasi Digital

Oleh Andik Wahyun Muqoyyidin, Akademisi dan Peneliti Pendidikan Islam Universitas Pesantren Tinggi Darul ’Ulum Jombang Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 September 2026 Radikalisasi digital tidak selalu datang dengan amarah. Hal itu bisa bermula dari perhatian: seseorang rajin menyapa, bersedia mendengarkan keluhan, menawarkan bantuan, lalu...

Doa Bersama untuk Korban Bom Kuningan

Aliansi Indonesia Damai- Forum Kuningan, komunitas korban aki terorisme di Kedutaan Besar Australia Jakarta, 9 September 2004, mengajak masyarakat Indonesia meluangkan waktu sejenak dan memanjatkan doa sesuai keyakinan dan kepercayaannya untuk mendoakan para korban. Ajakan doa bersama untuk mengenang tragedi 22 tahun lalu yang menimpa saudara-saudara kita terkena...

Korban Terorisme Menguatkan Kesadaran

Aliansi Indonesia Damai- Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto mengaku di antara yang membantu menguatkan dirinya untuk meninggalkan paham dan jalan kekerasan adalah pertemuannya dengan korban aksi terorisme saat menjalani hukuman penjara. Dalam pertemuan yang difasilitasi AIDA tersebut, Arif mendengarkan secara langsung dampak dan bahaya aksi...

Menemukan Titik Balik di Penjara

Aliansi Indonesia Damai- Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto mengaku saat menjalani hukuman penjara menemukan titik balik untuk kembali ke jalan perdamaian. Menurut dia, di dalam penjara dirinya mendapatkan satu waktu untuk lebih luas dan panjang untuk memikirkan ulang apa yang selama ini dijalani dan diperjuangkannya. “Pengalaman...

Buku SNI dan Politik Sejarah bagi Bangsa yang Majemuk

Oleh Mudhofir Abdullah, Guru Besar UIN Raden Mas Said Surakarta Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 07 September 2026 Pada akhir Agustus lalu, pemerintah meluncurkan lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Kelimanya bagian dari seri yang dirancang 10-11 jilid yang dikerjakan oleh 123...

Terorisme Tidak Menegakkan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Kita ingin menegakkan sebuah kehidupan Islam tapi dalam waktu yang sama juga kita mengorbankan orang-orang Muslim sendiri. Kita ingin pengawalan Islam yang lebih puritan tetapi ternyata membawa satu benturan demi benturan yang menimbulkan banyak korban jiwa. “Semua itu menjadi satu persoalan yang mengganggu nurani kami,”...

Guru Indonesia Profesi yang Teropresi

Oleh Mohammad Rifky, Guru Sosiologi, Anggota P2G (Perhimpunan Pendidikan dan Guru) Kota Semarang, Jawa Tengah. Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 September 2026 Teropresi mungkin kata yang jarang didengar oleh masyarakat dan lebih sering ditemukan pada bahasan sosiologi. Secara sosiologi, opresi adalah suatu kondisi tertindas atau...