Aliansi Indonesia Damai- “Kisah korban sangat menyentuh saya. Terlebih lagi korbannya adalah orang yang terkasih. Media harus mengupas tuntas apa yang dirasakan oleh korban. Hal tersebut juga bisa menjadi kontra narasi terhadap pesan-pesan ekstremis.”
Demikian seorang jurnalis mengungkapkan kesannya. Ia mengaku tergerak untuk meningkatkan pemberitaan yang mengampanyekan perdamaian setelah menyimak kesaksian korban bom dalam acara Short Course Jurnalis Penguatan Perspektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme di Surakarta, Jawa Tengah, 17 Desember 2020 silam.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Aliansi Indonesia Damai (AIDA) dalam rangka meningkatkan kesadaran insan pers akan pentingnya perspektif korban dalam pemberitaan isu terorisme. Di satu sisi, korban memiliki peran signifikan untuk menyadarkan masyarakat akan dampak aksi teror. Di sisi lain, media berperan penting dalam usaha pembangunan Indonesia yang lebih damai. Dua sumber potensi tersebut, korban dan media, penting disinergikan secara baik guna melestarikan perdamaian.
[masterslider id=”12″]
