Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan.
Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN 7 Samarinda, Kalimantan Timur yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Agustus 2024 silam.
“Saya harap kalian tidak ada yang punya cita-cita untuk dipenjara. Kalian jangan pernah memiliki pikiran seperti itu,” tegas Choirul.
Baca juga: Saat Mantan Napiter Berkisah Perjalanan Hidupnya
Choirul menjelaskan berdasarkan pengalaman pribadinya menjalani hukuman di dalam penjara maupun di lembaga pemasyarakatan (lapas) begitu berat. Menurut dia, saat menjalani hukuman ia merasa tersiksa secara fisik.
“Bisa dibayangkan di penjara itu bukan tempat ideal untuk hidup. Semuanya serba terbatas, kita ingin jalan-jalan saja tidak bisa karena ruangan selnya sangat sempit, tidur juga kalau selnya banyak orang kadang harus bergantian. Makanan yang disediakan sangat tidak enak,” ungkapnya.
Tak hanya itu, lanjut Choirul, untuk bisa melihat dan menikmati sinar matahari pun sangat terbatas saat seseorang menjalani hukuman di dalam penjara maupun lapas. Ia pernah merasakan untuk bisa melihat matahari dan berjemur waktu yang disediakan hanya seminggu sekali.
“Kita bisa ketemu matahari seminggu sekali itu pun kalau tidak ada halangan. Kalau ada halangan kita tidak bisa melihat matahari di pekan itu. Waktu yang diberikan untuk keluar sel juga tidak banyak hanya satu jam hingga dua jam,” tutur dia. [AS]
