HomeInspirasiAspirasi DamaiMengasihi Diri bukan Mengasihani...

Mengasihi Diri bukan Mengasihani Diri (Bagian 1)

Aliansi Indonesia Damai- Banyak di antara kita yang menganggap bahwa mengasihi diri berarti mengajarkan diri menjadi pribadi yang manja. Anggapan tersebut keliru, justru mengasihi diri adalah bagian dari menyayangi diri kita. Penulis akan berbagi sedikit mengenai perbedaan mendasar antara memberikan rasa kasihan (self pity) pada diri dan menyayangi atau memberikan rasa kasih pada diri (self compassion).

Berbelas kasih dan memberikan rasa sayang kepada diri sendiri adalah bagian merawat psikis. Hal ini berbeda bila orang terjebak pada rasa mengasihani diri (self pity) yang cenderung memandang negatif dirinya. Mengasihani diri (self pity) adalah perasaan seseorang merasa sedih, menderita dan iba terhadap diri sendiri akibat pengalaman penderitaan yang pernah dialami. Mengasihani diri sendiri juga telah didefinisikan sebagai emosi meminta rasa iba kepada orang lain dengan tujuan menarik perhatian, empati atau bantuan.

Baca juga Menguatkan Anak Korban Terorisme

Secara umum bagi beberapa orang yang menderita karena mengasihani diri sendiri (self pity) memiliki kecenderungan menolak kritik terhadap diri mereka, tidak mampu merefleksi diri (self talk), menyalahkan situasi buruk yang terjadi hingga menanggung kebencian pada orang lain.  Kebencian pada orang lain disebabkan oleh pandangan negatif menjadi kecemburuan pada orang-orang di sekitar yang dianggap lebih beruntung daripada dirinya.

Beberapa ahli psikologi, mengatakan bahwa kepribadian yang paling sering mengalami rasa mengasihani diri sendiri (self pity) adalah orang yang moody, sering mengalami perasaan cemas, marah, kesepian dan lain-lain.  Dengan kata lain, orang yang memiliki kesulitan mengontrol mood dan emosional lebih cenderung mengasihani diri sendiri hampir sepanjang hidup mereka (stober, 2003; Weiner, 2014; Petric 2019).

Baca juga Awalnya Canggung Berakhir Canda

Penting bagi kita untuk menghindari perilaku mengasihani diri sendiri karena kegagalan di masa lalu. Selain bisa menghancurkan diri sendiri, tetapi juga ada beberapa kasus orang-orang dengan perasaan ini terus memukuli diri mereka sendiri dan menyakiti dirinya untuk melampiaskan rasa sakit mereka.

Penulis mengajak kita semua mampu meredam pikiran buruk dengan memikirkan hal yang membahagiakan. Beberapa riset menyatakan, hal tersebut dapat bermanfaat bagi mereka yang sering mengasihani dirinya, terutama mengurangi bahaya yang dapat ditimbulkan.

Baca juga Ibroh dari Dialog Korban dan Pelaku Terorisme

Menghindari mengasihani diri sendiri (self pity) bukan berarti tidak boleh merasakan sedih dan terjebak pada toxic positivity, namun ada cara lain membangun karakter yang lebih tangguh daripada membuat pikiran terjebak pada pikiran negatif oleh hal di masa lalu yang sudah tidak bisa diubah. (bersambung).

Baca juga Stereotip dan Pentingnya Saling Mengenal (Bag. 1)

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Oktober 2026 Di sebuah ruangan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), dua remaja berbincang santai dengan kami para peneliti sosial BRIN yang sedang ingin menangkap permasalahan kenakalan remaja di era digital. Sebut...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau saya banyak dosa, masih ada-orang orang yang dosanya lebih banyak daripada saya”. Demikian ungkapan kemarahan yang pernah dialami Mulyono saat terdampak ledakan bom terorisme yang menghancurkan rahang dan melukai tubuhnya. Saat itu, 9 September 2004, bom...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara, sekadar bermimpi juara pun seakan mustahil. Persis di...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....

Pentingnya Peran Ulama di Ruang Digital Gen Z

Aliansi Indonesia Damai- “Di era digital saat ini, para ulama dituntut untuk melakukan dakwah online guna membekali anak-anak kita, generasi Z dan milenial, demi meneguhkan kembali dakwah Islam Wasathiyah.” Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. M. Cholil Nafis, saat menjadi pembicara kunci...

AIDA Gelar Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Medan

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menyelenggarakan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Medan, Sumatera Utara pada 16-17 September 2026. Pelatihan digelar sebagai tindak lanjut dari Halaqah Alim Ulama: “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang telah diselenggarakan di Medan pada 12 Agustus 2026 lalu. Pelatihan dimaksudkan...

Tantangan Arus Informasi Global bagi Petugas Pemasyarakatan

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo mengingatkan petugas pemasyarakatan terhadap tantangan arus informasi di era digital. Menurut dia, saat ini masyarakat berada dalam pusaran interaksi global dimana gelombang informasi melimpah ruah hanya dalam genggaman tangan. Imam mengatakan dampak dari banjir informasi global sangat nyata terhadap...