Aliansi Indonesia Damai– Wakil Kepala Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten, Hamim Haidar menyatakan ada perbedaan antara jihad dan terorisme. Menurut dia jihad adalah menegakkan kalimat Allah (iqomatul kalimatillah) untuk menegakkan agama Islam, sementara terorisme (irhab) justru merendahkan martabat agama Islam.
“Karena itu, kami senantiasa terus mendorong santri agar benar-benar belajar sehingga mereka memiliki ilmu dan tidak mudah terpapar hal-hal seperti ini,” ujar Hamim saat menyampaikan sambutan kegiatan Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh Kehidupan Korban dan Mantan Pelaku Terorisme” di Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten, Jawa Tengah, akhir November 2025 lalu.
Baca juga Islam Menolak Terorisme
Pengajian yang diselenggarakan AIDA bekerja sama dengan Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Solo Raya yang diselenggarakan sebelumnya. Pengajian dimaksudkan untuk menguatkan kesadaran masyarakat dan aktivis keagamaan akan pentingnya merawat perdamaian dengan menyerap ‘ibroh (pembelajaran) dari kisah korban dan mantan pelaku terorisme.
Ia menyatakan banyak orang terpapar terorisme salah satunya karena kurangnya ilmu. Semangat keagamaannya tinggi, tetapi ilmunya minim, sehingga mereka mudah terpapar. Oleh karena itu, ia mengharapkan pengajian dapat memberikan pembelajaran bagi para guru dan santri.
“Pondok ini menanamkan nilai-nilai tasamuh dan tawasut sebagai keseimbangan,” tutur dia. [AS]
