Aliansi Indonesia Damai- Korban bom terorisme selain mengalami luka fisik namun juga menderita trauma psikologis. Selama bertahun-tahun, korban terorisme berjuang untuk mengobati luka fisiknya dan trauma psikologisnya sehingga bisa bangkit kembali dari keterpurukan.
Salah satu penyintas bom Thamrin 2016, Andi Dina Noviana mengaku mampu mengatasi trauma yang dialaminya dengan mengikhlaskan apa yang telah terjadi pada dirinya dan memaafkan mereka yang telah menyakitinya. “Saya bisa menghilangkan trauma dengan cara mengikhlaskan dan memaafkan,” tuturnya saat menjadi narasumber kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN 1 Sukahaji Majalengka yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Oktober 2023 silam.
Baca juga: Keikhlasan dan Pengampunan Menyembuhkan Luka: Kisah Andi Dina Noviana, Penyintas Bom Thamrin
Andin, begitu sapaan akrabnya, menceritakan dahulu dirinya ditargetkan untuk minum obat penenang selama dua tahun untuk mengatasi traumanya namun ia menolaknya. Ia memiliki keinginan yang kuat untuk sembuh tanpa harus mengkonsumsi obat penenang terus. Menurut dia, satu hal yang paling penting juga bagi kesembuhan dirinya adalah niat dari hati untuk sembuh.
“Jadi dilepaskan semuanya, dendam saya dan sakit saya. Benar-benar saya lepaskan. Saya ikhlaskan dan saya memaafkan. Hati yang bahagia adalah obat yang paling baik buat kita,” tegas Andin.
Menurut Andin jika dianalogikan trauma itu seperti sebuah mobil, sementara kita sebagai badannya, maka tergantung kita akan dibawa kemana. [AS]
