Aliansi Indonesia Damai- Bulan Chrisanti adalah seorang penyintas aksi terorisme pengeboman Kedutaan Besar Australia di Kuningan, Jakarta Selatan, yang terjadi pada 9 September 2004. Peristiwa tersebut membekaskan trauma fisik dan psikologis mendalam baginya.
Bulan, begitu sapaan akrabnya, selama bertahun-tahun berjuang untuk menyembuhkan trauma psikologis yang dialaminya. Menurut dia untuk bisa mengatasi trauma psikologisnya membutuhkan waktu dan proses panjang.
“Untuk bisa mengatasi trauma dan percaya diri lagi itu memang butuh proses. Itu tergantung diri kita sendiri dalam mengambil keputusan, kita mau tetap terpuruk di masa lalu atau kita harus maju dan survive,” ujar Bulan saat menjadi narasumber kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMKN 1 Balikpapan yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Februari 2023 silam.
Baca juga: Bangkit dari Keterpurukan
Bulan mengatakan kini dirinya pun telah mampu berdamai dengan diri sendiri. Menurut dia untuk bisa berdamai dengan diri sendiri dapat dilakukan dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan dan selalu bersyukur.
“Jangan fokus pada masa lalu kita tapi tetaplah bersyukur apa yang sudah kita miliki, lalu kita berdamai dan berafirmasi positif,” tuturnya. [AS]
