HomeBeritaMenghapus Dendam, Membangun Damai

Menghapus Dendam, Membangun Damai

Dok. AIDA – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, melakukan tabur bunga di Ground Zero dalam Peringatan 15 tahun Bom Bali (12/10/2017).

 

Ratusan orang meriung di pelataran Monumen 12 Oktober (Ground Zero) di Jalan Legian Kuta, Bali, Kamis sore (12/10/2017). Mereka adalah keluarga besar korban aksi teror Bom Bali I (2002) dan Bom Bali II (2005), para tamu undangan, wisatawan asing dan domestik, serta para jurnalis yang sedang khidmat mengikuti acara peringatan tragedi kemanusiaan Bom Bali.

Dalam kegiatan tersebut juga diadakan peluncuran buku Luka Bom Bali yang memuat kesaksian 15 orang yang selamat dari serangan teror 15 tahun silam. Acara peringatan dan peluncuran buku diselenggarakan oleh Yayasan Isana Dewata, perkumpulan korban Bom Bali, serta didukung oleh Aliansi Indonesia Damai (AIDA) dan pihak-pihak lain.

Pesan penting disampaikan oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, yang selalu menyempatkan hadir dalam kegiatan Peringatan Bom Bali. “Mari kita panjatkan doa bersama bagi para korban bom. Saya berpesan supaya tidak ada dendam kepada siapa pun sehingga tercipta perdamaian,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Menurut dia, seremonial peringatan ini bukan untuk mengenang peristiwa yang mengakibatkan luka mendalam bagi Bali dan dunia, namun untuk mengingatkan bahwa peristiwa serupa jangan terulang. Karena itu, penting memaafkan peristiwa masa lalu agar tidak ada lagi dendam sehingga perdamaian bisa terwujud.

Dalam kegiatan tersebut, dua remaja perempuan bergantian membaca ‘Surat Rindu’ untuk kedua orang tua mereka yang nyawanya terenggut akibat teror bom pada 12 Oktober 2002. Keduanya adalah Kadek Wina Pawani (Wina) dan Raden Roro Lidia Louidinda Diah Puspita (Lidia). Wina adalah putri dari almarhum I Ketut Sumerawat, sementara Lidia adalah anak almarhum Lilis Puspita.

“Halo, Bapak, ini Wina. Halo, Mama, ini Dinda. Kami percaya kalian melihat dan mendengar kami dan isi hati kami.” Demikian sebait curahan hati mereka.

Usai seremonial, para tamu undangan melakukan doa dan tabur bunga bersama di kolam Ground Zero. Saat matahari mulai tenggelam, sejumlah orang menyalakan lilin mengellilingi kolam ground zero. Rangkaian acara ditutup dengan pertunjukan seni tari dari generasi muda Isana Dewata.

Pulau Bali dua kali diguncang teror bom. Pada 12 Oktober 2002, aksi teror keji di kawasan Legian menyebabkan 202 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami cedera. Bali kembali berduka pada 1 Oktober 2005 saat tiga serangan bom dilakukan secara bersamaan di tiga tempat terpisah, yaitu di salah satu kafe di Kuta dan dua kafe di Jimbaran. Dalam peristiwa ini, 23 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami cedera. [MSY]

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Dialog Siswa SMAN 5 Surakarta dengan Mantan Ekstremis

Aliansi Indonesia Damai- AIDA melaksanakan Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi...

Generasi Muda Berkarakter Damai

Aliansi Indonesia Damai- Memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda bisa menjadi...

Dialog Siswa SMK Bhinneka Karya Surakarta dengan Mantan Napiter

Aliansi Indonesia Damai- Generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa harus...

Wawasan Perdamaian Sejak Dini

Aliansi Indonesia Damai- Kampanye perdamaian penting dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan, terutama...

Mengajak Kembali ke Jalan Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Iswanto, eks kombatan konflik Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah mengaku ia bersama rekan-rekannya di komunitas Yayasan Lingkar Perdamaian aktif merangkul dan mengajak mereka yang masih berpemikiran ekstrem untuk kembali ke jalan perdamaian. “Saya berusaha supaya mereka tidak melakukan aksi kekerasan lagi, bahkan yang masih...

Tantangan Mantan Amir JAD Kembali ke Jalan Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengaku menerima banyak tantangan saat hijrah dari pemikiran ekstrem ke pemikiran moderat (wasathiyah) dan kembali ke jalan perdamaian. “Dahulu kami terjerumus ke pemikiran radikal, terus kembali atau berubah pemikirannya,...

Takfir Harus Berdasarkan Dalil Alquran

Aliansi Indonesia Damai- Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery, mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, mengaku dirinya pernah keliru dalam menetapkan vonis kafir (takfir) kepada orang atau kelompok lain yang memiliki pemahaman kegamaan berseberangan dengan dirinya maupun kelompoknya. Menurut dia, kelompok Jamaah Ansharud...

Memaknai Ulang Hari Kartini: Kesetaraan adalah Rasa Aman

Oleh Dina Diana, Pengajar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 20 April 2026 Setiap tahun kita merayakan Hari Kartini dengan semangat emansipasi, pendidikan, dan kemajuan perempuan. Di hari itu kita mengenang keberanian Ibu Kartini dalam mengekspresikan idenya tentang dunia yang lebih adil untuk...

Bersyukur Diberi Kesempatan Kedua

Aliansi Indonesia Damai- Andi Dina Noviana, penyintas bom terorisme Thamrin 2016, mengaku sangat bersyukur diberikan kesempatan kedua oleh Allah Swt. Meski tubuhnya terluka akibat terkena ledakan bom terorisme namun ia masih bisa selamat dan sembuh. Rasa bersyukur itu juga yang mendorongnya untuk bangkit dari keterpurukan akibat aksi...

Perjuangan Berdamai dengan Diri Sendiri

Aliansi Indonesia Damai- Butuh waktu dan proses yang panjang bagi Ni Luh Erniati untuk bisa menerima kenyataan pahit kehilangan suami dan tulang punggung keluarganya akibat aksi terorisme yang terjadi di Bali 12 Oktober 2002 silam. Suami Erniati, Gede Badrawan menjadi salah satu korban meninggal dunia akibat ledakan...

Menjaga Anak agar Tidak Mendendam

Aliansi Indonesia Damai- Para korban Bom Bali 2002, sangat berat memikul beban dan derita kehilangan sosok suami sekaligus tulang punggung keluarganya. Hal itu dirasakan para korban selama bertahun-tahun seorang diri. Mereka pun terpaksa memikul peran ganda sebagai ibu sekaligus ayah bagi anak-anaknya. Hal itulah yang dirasakan salah satu...

Sepenuh Hati Menyejahterakan Guru

Oleh Nunuk Suryani, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 14 April 2026 Era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serius menempatkan kesejahteraan guru menjadi salah satu prioritas utama. Kemudian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjabarkannya lewat visi ”Guru Hebat,...

Menghargai Toleransi

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Maret 2026 Toleransi bukan menyamakan yang berbeda dan atau membedakan hal yang sama. Toleransi ialah menerima kenyataan di dalam hidup bahwa perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan. Kelompok liberal cenderung berlebihan untuk memaksakan persamaan...

Petugas Lapas Harus Mampu Deteksi Dini WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Sebagai “dokter” yang baik, petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) harus mampu melakukan deteksi dini terhadap perilaku dan paham keagamaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Ali Fauzi Manzi saat menjadi narasumber Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme Bagi Pembimbing Kemasyarakatan Balai...

Bisikan Hati*

Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016 Oktober… Bagiku adalah bulan penuh cerita Derita, duka, dan air mata Cintaku, harapanku… Hangus terbakar api angkara Lenyap terkubur abu nestapa Kini kudatang di pusaramu Kupandang indah ukiran namamu Kupanjatkan doa untukmu Dan segenap bayangmu pun datang menghampiriku Ingin aku mendekapmu di pelukku Meski tak kuasa tanganku...

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bukan dengan Pengeboman

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian masyarakat atau kelompok yang keliru dalam memahami dan mempraktikan amar ma’ruf nahi munkar. Mereka mengkategorikan amar ma’ruf nahi munkar dalam ushuluddin dan hukumnya fardhu ain. “Amar ma’ruf nahi munkar dibelokkan dengan kekerasan, bahkan sampai pengeboman. Padahal hukum amar ma’ruf nahi munkar adalah fardhu...