HomeBeritaPerdamaian di Kanada Terusik

Perdamaian di Kanada Terusik

Menurut beberapa saksi mata yang diwawancara televisi lokal, seorang pria bertopeng menyerbu masuk ke dalam masjid di kompleks Quebec City Islamic Cultural Center sekitar pukul 19.15 waktu setempat.

Saat umat muslim melaksanakan ibadah, terjadi penembakan membabi buta. Serangan itu menyebabkan enam anggota jemaah tewas. Saat penembakan, lebih dari 50 orang berada di masjid. Berdasarkan informasi terkini yang dilansir Kantor Berita AP, Selasa (31/1), selain enam korban tewas, masih ada lima orang dalam kondisi kritis dan 12 orang yang terluka ringan. Keterangan ini diberikan oleh juru bicara Rumah Sakit University of Quebec, Genevieve Dupuis.

Berbagai spekulasi bermunculan menanggapi peristiwa teror itu. Pemerintah Amerika Serikat melalui Juru Bicara Gedung Putih, Sean Spicer, seperti dikutip AP pada Senin (30/1) menyatakan bahwa serangan di sebuah masjid di Quebec membuktikan bahwa kebijakan larangan keimigrasian bagi warga dari 7 negara di Timur Tengah yang dikeluarkan Presiden Donald Trump sangat tepat. Dijelaskannya, keputusan Trump dibuat untuk menghindari adanya aksi teror lainnya. Aturan tersebut menangguhkan sementara seluruh program penempatan pengungsi di AS untuk setidaknya 120 hari ke depan. AS tidak akan mengeluarkan izin visa selama 90 hari bagi pengunjung yang berasal dari Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman.

Atas penetapan tersebut ada banyak kecaman dan protes dari berbagai kalangan, baik di dalam negeri AS sendiri maupun di luar negeri. Aturan Trump dinilai merusak usaha perdamaian dunia, yakni mengusik  dengan bekerja sama melawan terorisme. Pembelaan Gedung Putih terhadap kebijakan Trump mendapat perlawanan dari berbagai pemimpin dunia. Di Kanada sendiri Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau menyebut penembakan itu sebagai serangan terorisme. Pernyataan Trudeau cukup berani mengingat istilah terorisme selama ini selalu dikaitkan dengan aksi serangan yang dilakukan kelompok muslim garis keras dan menyasar kelompok di luar Islam. Siapa pun pelakunya PM Trudeau telah menyatakan penembakan brutal di masjid di Quebec adalah aksi teror terhadap umat muslim Kanada.

PM Perancis, Francois Hollande, juga mengomentari serangan di Kanada. “Semangat kedamaian dan keterbukaan warga Quebec adalah sasaran yang diincar para teroris,” ujar Hollande seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (30/1).

Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, mengecam serangan teror terhadap masjid di Quebec, Kanada. Paus pun menyerukan agar orang-orang dari agama yang berbeda untuk hidup saling menghormati.

Aparat penegak hukum di Quebec telah menangkap tersangka dalam serangan ini. Pelaku diidentifikasi sebagai Alexandre Bissonnette, mahasiswa jurusan ilmu politik dan antropologi Universitas Laval. Kampusnya berjarak 3 km dari Pusat Kebudayaan Islam Quebec, lokasi dia melakukan serangan. Menurut koleganya sesama mahasiswa Universitas Laval, Bissonnette dikenal penyendiri. Informasi dari akun media sosialnya mengungkap bahwa pemuda itu pengikut kelompok white supremacist, ideologi ekstrem kelompok pemuja ras kulit putih dan cenderung merendahkan ras manusia lainnya. Bissonnette ditangkap di dalam mobilnya saat sedang berhenti di sebuah jembatan di dekat d’Orleans. Dari sana, dia menelepon nomor 911 sambil menyebut bahwa dia mau bekerja sama dengan (menyerahkan diri ke) polisi.

Saat dibawa ke muka persidangan, seperti dilansir AP, Bissonnette muncul dengan kaki dan tangan terikat, mengenakan seragam tahanan berwarna putih. Tersangka juga tidak mengajukan pembelaan kepada pengadilan. Proses persidangan terhadapnya akan dilanjutkan pada 21 Februari mendatang. [AM]

sumber: kompas.com, detik.com, cnnindonesia.com, mediaindonesia.com, sindonews.com

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Dialog Siswa SMAN 5 Surakarta dengan Mantan Ekstremis

Aliansi Indonesia Damai- AIDA melaksanakan Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi...

Generasi Muda Berkarakter Damai

Aliansi Indonesia Damai- Memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda bisa menjadi...

Dialog Siswa SMK Bhinneka Karya Surakarta dengan Mantan Napiter

Aliansi Indonesia Damai- Generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa harus...

Wawasan Perdamaian Sejak Dini

Aliansi Indonesia Damai- Kampanye perdamaian penting dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan, terutama...

Melawan Kemungkaran Tidak dengan Kekerasan

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Blimbingrejo Jepara Hery Huzaery mengajak para ustaz dan santrinya untuk tidak melakukan kekerasan maupun perusakan bila melihat kemungkaran, kedzaliman maupun ketidakadilan. Menurut dia, siapa pun tidak setuju dengan kemungkaran, kedzaliman dan ketidakadilan namun menyikapinya harus sesuai dengan kemampuan yang...

Indonesia: Bukan Negara Agama, Bukan Negara Sekuler

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik IndonesiaArtikel ini dimuat di Kompas.id, 21 Februari 2026Menarik untuk dikaji posisi NKRI. Apakah termasuk negara agama atau negara sekuler, atau mungkinkah disebut sebagai Negara Pancasila? Negara agama ialah suatu negara yang mencantumkan salah satu agama sebagai dasar konstitusi. Sedangkan negara sekuler...

Negara Hadir Mendukung Pesantren

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag menyatakan negara telah hadir untuk mendukung pondok pesantren. “Kita melihat bukti-bukti negara telah hadir di pondok pesantren,” ujar Basnang saat berbincang dengan redaksi di kantornya Jakarta dua pekan lalu.Basnang menjelaskan bukti...

Orientasi Pesantren Terwujudnya Indonesia Harmoni

Aliansi Indonesia Damai- Ke depan setiap pesantren siapa pun pendirinya harus selalu berorientasi pada terwujudnya Indonesia yang harmoni, Indonesia yang damai, Indonesia yang toleran.Pernyataan tersebut ditegaskan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag saat berbincang dengan redaksi di kantornya...

Mungil-mungil Tangguh

Oleh Susi Afitriyani Mungil-mungil tangguh,Kau begitu kuat saat cobaan harus menghantam hidupmu,Kau yang masih begitu mungil, tapi kau mengajariku cara untuk tetap semangat dan tersenyum,Meski tubuhmu terlihat lemah akan tetapi jiwamu begitu tangguh,Haii,,, kau si mungil tangguh yang kelak akan menjadi penggantiku,Aku percaya jiwamu lebih kuat dari diriku,Dan...

Puasa dan Kedermawanan Otentik

Oleh Asyari, Guru Besar Ekonomi, Ketua Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Umat, FEBI UIN BukittinggiArtikel ini sudah terbit di Kompas.id, 17 Februari 2026Kasus bunuh diri YBS (10), siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada 29 Januari 2026 dan sebelumnya, AA (44), seorang...

Arsitektur Pendidikan Tinggi Indonesia

Oleh Badri Munir Sukoco, Guru Besar Manajemen Strategi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis; Founder, Center for Dynamic Capabilities Universitas AirlanggaArtikel ini terbit di Kompas.id, 13 Februari 2026Atensi Presiden Prabowo Subianto pada pembangunan sumber daya manusia Indonesia sangatlah besar, terutama pendidikan tinggi. Belum setahun, Presiden telah melakukan tiga kali...

Tetap Tangguh di Era Bencana

Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia dilanda musibah. Banjir, cuaca ekstrem (hujan disertai badai), tanah longsor, kebakaran hutan, abrasi laut, gempa bumi dan pergeseran tanah menimpa masyarakat di sejumlah daerah.Bencana datang silih berganti menghantam beberapa wilayah, menelan korban jiwa, menghancurkan rumah dan infrastruktur yang menimbulkan kerugian materil yang...

Belajar Berkesadaran

Oleh Doni Koesoema A, Pemerhati Pendidikan, Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri JakartaArtikel ini terbit di Kompas.id, 06 Februari 2026 Belajar berkesadaran adalah kunci keberhasilan pendidikan berkualitas. Bila belajar diibaratkan sebuah perjalanan, ini adalah langkah pertamanya. Sayangnya, langkah pertama ini sering kali terlewatkan.Transformasi belajar yang lebih fundamental inilah yang dilakukan...

Santri Diingatkan untuk Mempertahankan NKRI

Aliansi Indonesia Damai - Ketua Yayasan Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten, Jawa Tengah KH Saefudin Zuhri mengingatkan santri-santriwatinya untuk tidak menjadi pemberontak maupun teroris. Menurut dia, akidah ahli sunnah wal jamaah melarang menjadi pemberontak dan teroris kepada pemerintah yang sah.“Haram ya jangankan menjadi teroris, memberontak kepada pemerintah yang sah...

Membangun Semangat Perdamaian di Kalangan Santri

Aliansi Indonesia Damai - Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan alumni Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama ustazah menyelenggarakan Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh Kehidupan Korban dan Mantan Pelaku Terorisme” di Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten, Jawa Tengah pada Sabtu (31/01/2026). Sebanyak 60 santri...

Menebar Benih Perdamaian di Jepara

Aliansi Indonesia Damai- Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan alumni Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama ustaz Hery Huzaery menyelenggarakan Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh Kehidupan Korban dan Mantan Pelaku Terorisme” di Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Muhammadiyah Blimbingrejo Jepara, Jawa Tengah pada Sabtu (17/01/2026). Sebanyak 56 asatidz/asatidzah...