Solahudin: ISIS Targetkan Merekrut Anak-anak
Aliansi Indonesia Damai- Pakar dan peneliti terorisme Solahudin menyatakan kelompok Islamic State of Iraq and Syam (ISIS) kini mentargetkan perekrutan anggotanya kepada kalangan anak-anak atau remaja. Menurut dia perekrutan anak-anak dilakukan melalui platform media sosial.
“Belakangan ini sudah ada 100 kasus anak terpapar paham ISIS melalui media sosial,” ujar Solahudin dalam Pelatihan Penguatan Perspektif Korban bagi Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan di Hotel Crown Princes Surabaya, Rabu (19/11/ 2025).
Baca juga Meningkatkan Misi Perdamaian Pembimbing Kemasyarakatan
Pelatihan yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan Ditjen PAS Kemenimipas diikuti 24 peserta yang berasal dari 3 UPT, Ditjen PAS dan 14 Bapas dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pelatihan digelar dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang perspektif korban terorisme kepada para PK Bapas yang membina klien pemasyarakatan kasus terorisme.
Solahudin memaparkan tiga alasan utama kelompok ISIS mentargetkan perekrutan anak-anak. Alasan pertama, kata dia, anak-anak dinilai aman dari deteksi intelijen (intelegent detection). Kedua, anak-anak dianggap memiliki efek untuk menyebarkan rasa takut yang lebih kuat daripada aksi teror yang dilakukan orang dewasa.
Baca juga Korban Berharap Tak Ada Lagi Aksi Terorisme
“Alasan terakhir memprovokasi para lelaki lainnya untuk melakukan aksi serupa karena dianggap anak saja berani melakukan aksi, sedangkan orang dewasa dianggap pengecut,” tutur dia.
Ia mengatakan tantangan yang dihadapi pemerintah ketika menangkap anak-anak yang terpapar paham ISIS tidak bisa dilakukan pidana di penjara sebagaimana orang dewasa. Sebab Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menempatkan anak-anak sebagai korban. “Karena itu, pendekatannya kepada anak-anak tersebut lebih ke rehabilitasi,” ujar Solahudin. [AS]












