Aliansi Indonesia Damai- Pertengahan November tahun lalu, AIDA menggelar dialog interaktif di sejumlah sekolah di Kabupaten Blitar Jawa Timur. Salah satu sekolah yang dikunjungi AIDA adalah SMAN 2 Blitar. Puluhan siswa-siswi ikut serta, termasuk beberapa guru perwakilan sekolah.
AIDA menghadirkan mantan pelaku ekstremisme, Kurnia Widodo dan Korban Bom Thamrin, Dwi Siti Romdhoni. Kedua narasumber tersebut berbagi kisah tentang nilai-nilai ketangguhan. Kurnia bercerita tentang pengalaman masa lalunya pernah terlibat dalam jaringan terorisme. Melalui kisah-kisahnya Kurnia berharap generasi muda tidak terjerumus ke dalam pemahaman ekstrem seperti dirinya.
Baca juga Semarak Dialog Damai di SMAN 1 Pringsewu, Lampung
Sementara Dwiki, sapaan akrab Dwi Siti Romdhoni bercerita tentang pengalamannya menjadi korban bom terorisme. Di tengah penderitaan hidup, Dwiki mampu bangkit dari keterpurukan dan memilih memaafkan pelaku. Dia mengajak siswa-siswi untuk menjadi pribadi pemaaf demi perdamaian di lingkungannya. Melalui kegiatan ini generasi muda Blitar diharapkan mampu menyerap pembelajaran dari kisah ketangguhan pelaku ekstremisme yang telah insaf dan korbannya.
[masterslider id=”6″]
